Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Segera! angkut peti kemas bisa lewat jalur kereta api
Lokasi Terminal Teluk Lamong saat ditinjau para pejabat Pelindo III.
EKONOMI & BISNIS

Segera! angkut peti kemas bisa lewat jalur kereta api 

LENSAINDONESIA.COM: Terminal Teluk Lamong, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang berkonsep hijau pertama di Indonesia siap kembangkan angkutan peti kemas dari pelabuhan berbasis moda kereta api.

Rencana tersebut tertuang dalam penandatanganan nota kesepahamanan (MoU) antara Terminal Teluk Lamong (anak usaha PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dengan PT Krakatau Bandar Samudra (PT KBS), anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., di Surabaya, Jumat (8/4) lalu.

PT KBS mengelola Pelabuhan Cigading, Banten, dengan layanan curah (bulk) dan curah kering (dry bulk). PT KBS saat ini memiliki kapasitas curah kering yang cukup besar di Indonesia, sebesar 12 juta ton per tahun. Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama TTL Prasetyadi dan Direktur Utama PT KBS, Tonno Sapoetro.

“Kerjasama ini wujud dari Sinergi BUMN untuk negeri, agar Cost Logistic negeri ini menjadi lebih efisien,“ ujar Prasetyadi pada keterangan resi yang diterima Lensaindonesia.com, Selasa (12/04/2016).

Proses pengiriman barang lewat pelabuhan terkoneksi jalur kereta api tersebut diharapkan mampu mendorong percepatan arus logistik di Indonesia, serta mengefisiensi volume kepadatan di jalan raya.

“Inovasi yang dilakukan Pelindo III, melalui anak usahanya Terminal Teluk Lamong, bermaksud mengurangi biaya logistik nasional bakal berdampak positif untuk mendongkrak perekonomian bangsa,” ujar Prasetyo lagi.

Tonno Sapoetro juga mengungkapkan, kerjasama yang terjalin ini tak hanya berjangka pendek dan bermanfaat secara bisnis di antara keduanya, namun bertujuan besar untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia.

“Kita bersepaham untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik, melalui perbaikan tata kelola logistik,“ tandas Tonno.

Kecepatan waktu tempuh merupakan salah satu keuntungan menggunakan jalur kereta api. Jika menggunakan truk dari Jakarta ke Surabaya, membutuhkan waktu 48 jam per boks peti kemas. Untuk kereta api, butuh waktu kurang dari 18 jam berikut menampung hingga 60 boks peti kemas serangkaian untuk sekali jalan. Layanan angkutan kereta api segera dibuka TTL ditujukan pada jalur double track dengan potensi perjalanan 15 trip per hari dan berkapasitas peti kemas lebih dari 500 TEUs (twenty foot equivalent units).

Baca Juga:  Gabung di Action Cullinary, punya usaha di mall tanpa uang sewa

Tersedianya layanan angkutan logistik berbasis kereta api di Terminal Teluk Lamong tersebut mengoptimalkan kecepatan dan ketepatan layanan di terminal semi otomatis yang dikelola Pelindo III. Kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Kereta Api Logistik (KALOG), juga sejumlah pelabuhan besar di Indonesia lainnya. TTL diharapkan menjadi pemicu interkoneksi transportasi logistik dan pintu gerbang perkonomian untuk Jawa Timur serta Kawasan Timur Indonesia.@Eld-Licom