Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Gempa dahsyat yang melanda Ekuador menyebabkan 41 orang tewas dan menyebabkan kerusakan di sejumlah kota seperti Guayaquil. Pemerintah memerintahkan agar masyarakat meninggalkan daerah pesisir untuk menghindari kemungkinan naiknya gelombang laut.

Alarm berbunyi hingga ke ibukota Ekuador, Quito, ratusan kilometer jauhnya dan kota-kota lain. “Informasi awal, 16 orang teaws di Kota Portoviejo, 10 di Manta and dua tewas di Provinsi Guayas,” kata Wakil Presiden Ekuador, Jorge Glas dalam siaran televisi mengutip Reuters.

Tak lama kemudian, Glas memperbaharui jumlah korban tewas yang terus bertambah hingga 41 orang.
“Negara dalam siaga penuh untuk menyelamatkan warganya,” ujarnya.

Presiden Rafael Correa langsung memangkas kunjungan kenegaraan ke Italia dan kembali ke negaranya.

Wali Kota Guayaquil, Jaime Nebot, yang tengah bepergian ke Spanyol lewat akun Facebooknya mengatakan akan tetap melakukan koordinasi dan operasi penyelamatan dimanapun dia berada.

Namun, informasi kerusakan di Guayaquil, yang sering dikunjungi turis asing yang ingin berkunjung ke PUlau Galapagos, sangat lambat.

Media sosial menunjukkan foto-foto ambruknya sebuah jembatan di kota dan kerusakan kecil di sebuah lobi hotel maupun rusaknya Air Traffic Control (ATC) Tower di bandara di Manta. Juga ada foto-foto kerusakan dinding sebuah pusat perbelanjaan.

“Saya tengah menonton film di rumah dan tiba-tiba semuanya bergoyang. Saya lari ke jalanan dan tidak tahu apa yang akan terjadi,” kata pekerja telekomunikasi di Quito, Lorena Cazares (36).

Warga lain, Zila Villena mengatakan seluruh warga Quito sangat panik dengan gempa ini. “Gedung bergoyang-goyang dan segala sesuatu jatuh di lantai. Banyak orang yang berteriak ketakutan dan anak-anak menangis,” ujar Zila Villena, pada Associated Press.

Gempa bumi itu berpusat di lepas pantai Ekuador di kedalaman 10 kilometer ( 6 mil) dan 173 kilometer (107 mil) sebelah barat laut dari ibukota Quito. Pacific Tsunami Warning Center mengatakan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami hingga kawasan sepanjang pantai Kolombia.