Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Gempa Ekuador, tim penyelamat temukan 77 orang tewas
Evakuasi korban gempa ekuador. Foto: Reuters
Amerika

Gempa Ekuador, tim penyelamat temukan 77 orang tewas 

LENSAINDONESIA.COM: Jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter di Ekuador terus bertambah.

Saat ini jumlah korban tewas yang berhasil dievakuasi tim penyelamat mencapai 77 orang. Sementara korban luka-luka tercatat sebanyak 570 orang.

Sebelumnya, KBRI di Quito melaporkan setidaknya 41 orang meninggal dunia dan beberapa gedung serta jembatan dilaporkan runtuh di kota Manta dan Guayaquil.

“Sangat mengerikan, kami semua ketakutan dan masih berada di luar di jalanan karena takut kemungkinan gempa-gempa susulan,” kata penjaga keamanan Guayaquil bernama Fernando Garcia. “Semuanya hancur.” ucapnya.

Daerah-daerah pantai barat yang terdekat dengan pusat gempa mengalami kerusakan paling parah, termasuk Pedernales, yang banyak dikunjungi wisatawan dengan pantainya yang dihiasi pohon-pohon palem, serta pantai Cojimies.

“Ada desa-desa yang hancur total,” kata mayor Pedernales Gabriel Alcivar, dalam wawancara dengan sebuah stasiun radio.

“Apa yang terjadi di Pedernales sini adalah sebuah bencana.”

Presiden Rafael Correa menyatakan keadaan darurat nasional dan mempersingkat kunjungannya ke Italia untuk kembali ke negara Andes, yang berpenduduk 16 juta jiwa, itu.

“Semuanya bisa dibangun kembali, tapi nyawa tidak bisa dikembalikan, dan itu yang paling menyakitkan,” katanya kepada stasiun televisi pemerintah Ekuador dari Roma.

Aliran listrik dan telepon di sebagian ibu kota terputus selama beberapa jam namun pemerintah kota mengatakan layanan kedua fasilitas itu sudah diperbaiki.

Tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban di kota tersebut.

Pemerintah menggambarkan gempa itu sebagai gempa bumi terburuk yang pernah dialami Ekuador sejak 1979, yaitu ketika 600 orang tewas dan 20.000 lainnya luka-luka, demikian menurut badan geologi Amerika Serikat.

Peringatan tsunami sudah dicabut pada Sabtu malam namun para warga pesisir tetap mencari dataran yang lebih tinggi, kalau-kalau gelombang meninggi.@LI-13

Baca Juga:  Pasca bom Medan, Polres Jombang larang Ojol masuk markas kepolisian