Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Setidaknya 272 orang meninggal dunia dan lebih dari 1.500 orang terluka akibat gempa dahsyat yang mengguncang Ekuador, Sabtu (16/4/2016) malam.

Sekitar 10 ribu tentara dan 3.500 polisi dikerahkan di lokasi terdampak gempa dalam operasi penyelamatan lanjutan.

Presiden Ekuador, Rafael Correra telah mempersingkat kunjungannya ke Italia demi menangani krisis bencana. Dia sudah menetapkan bencana nasional dan prioritas utama adalah penyelamatan korban yang masih hidup.

“Segala sesuatunya bisa dibangun kembali, tapi tidak kehidupan. Itu yang paling menyakitkan,” katanya.

Wapres Ekuador, Jorge Glas mengunjungi salah satu kota terparah akibat gempa di Manta. Dia menemui para warga.

“Kita tak bisa menggunakan alat berat karena itu malah akan memperburuk mereka yang terluka,” katanya.

Bantuan seperti makanan sudah datang dari ebrabgai negara, termasuk Venezuela dan Meksiko. Kolombia menyatakan akan membantu mengirimkan tim SAR bersama dengan anjing pelacak.

Ini merupakan gempa terbesar sejak 1979 dimana kala itu 130 orang dilaporkan tewas. @bbc/licom