Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan 7,8 SR mengguncang Ekuador terus bertambah.

Pihak pemerintah Ekuador mengatakan, saat ini korban tewas mencapai 413 orang. Sedangkan korban luka tercatat 2.068 orang.

Jumlah tersebut dipastikan masih akan bertambah sebab proses pencarian korban masih terus dilakukan.

Gempa yang terjadi pada Minggu (17/04/2016) tersebut juga membuat bangunan dan jalan-jalan rusak parah. Bahkan listrik di sejumlah wilayah negara itu juga padam.

Presiden Ekuador, Rafael Correa mengatakan, melihat kondisi yang ada dipastikan pembangunan pasca gempa akan membutuhkan dana yang sangat besar.

“Pembangunan kembali membutuhkan dana miliaran dolar,” kata Presiden Correa seperti dilansir BBC, Selasa (19/4/2016).

Correa mendatangi lokasi dan berdiskusi dengan korban yang selamat. Dia berkeliling di antara puing-puing bangunan yang sudah hancur.

Di pesisir pantai, korban selamat meringkuk di matras atau kursi plastik dekat rumah mereka yang sudah rata dengan tanah. Tentara dan polisi berpatroli di tengah jalanan yang panas dan gelap.

Tenda-tenda didirikan di stadion yang masih utuh. Tenda itu untuk menampung kantong jenazah, merawat yang terluka, serta mendistribusikan air, makanan, dan selimut.

Total kerugian akibat kerusakan masih belum dihitung. Tetapi, bencana ini menjadi kabar buruk bagi ekonomi Ekuador yang sudah diprediksi mendekati nol akibat harga minyak yang turun drastis.@LI-13