LENSAINDONESIA.COM: Selain berhasil membawa pulang buron BLBI Samadikun Hartono, Pemerintah Indonesia juga memulangkan Hartawan Aluwi dari Singapura. Dia adalah buron selama 14 tahun untuk kasus Bank Century.

Kepala Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Boy Rafli Amar menjelaskan, Hartawan berhasil ditangkap lewat komunikasi intensif dua negara. Hartawan merupakan mantan Presiden Komisaris Antaboga, yang diduga menggelapkan dana dalam kasus Century. Kasus ini merugikan negara Rp 3,11 triliun.

Pada 28 Juli 2015, ia mendapatkan vonis in absensia berupa pidana penjara 14 tahun dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Hartawan berdomisili di Singapura sejak tahun 2008 namun izin tinggalnya tidak diperpanjang dan dicabut pada Februari 2016. Paspor Hartawan juga habis sejak 2012 lalu.

“Pada akhirnya, dengan status tidak dimilikinya permanent residence, berarti dari aspek kewarganegaraan statusnya ilegal,” kata Boy dalam jumpa pers di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (22/4/2016).

Pencabutan izin tinggal tetap tersebut dilakukan setelah adanya pertemuan antara pimpinan Polri dan kepolisian negara setempat serta pemegang otoritas Singapura.

Ia menambahkan, proses serah terima dilakukan dengan cara deportasi. Proses kerja sama tersebut telah dilakukan selama lebih kurang satu bulan terakhir.

“Ini betul-betul kerja sama dengan Pemerintah Singapura terhadap upaya pencarian yang kita lakukan,” imbuhnya.

Dengan ditangkapnya Hartawan, tersisa dua buron kasus Century yang belum tertangkap dari total delapan buron. Dua lainnya adalah Anton Tantular dan Hendro Wiyanto.

Anton merupakan pemegang saham PT Anta Boga Delta Sekuritas Indonesia, sedangkan Hendro menjabat direktur eksekutif. Keduanya disebut sama-sama telah mendapatkan vonis 14 tahun penjara.

Penangkapan Hartawan diungkapkan Jaksa Agung HM Prasetyo semalam. “Kami bukan hanya berhasil pulangkan Pak SH (Samadikun Hartono), melainkan juga saat ini, di jam yang sama di Cengkareng, kami memulangkan Hartawan Aluwi, buron 14 tahun penjara dalam kasus Bank Century,” kata Prasetyo.@bbs/licom