LENSAINDONESIA.COM: Jenazah bintang pop Prince telah dikremasi dalam sebuah upacara khusus untuk keluarga, teman dan musisi.

Publisis Prince, Anna Meacham mengatakan “penyimpanan” abu Prince akan dirahasiakan demi privasi.

“Beberapa jam lalu, Prince telah dikremasi dengan dengan ditemani orang-orang yang dia cintai, keluarga, teman dekat dan musisi dalam suasana upacara perpisahan yang manis,” katanya.

Di antara yang hadir adalah musisi perkusi, Sheila E, pemain basis Larry Graham dan saudara perempuan Prince Tyka Nelson.

Hingga kini, kematian mendadak Prince masih diselidiki. Polisi telah melakukan otopsi dan diperkirakan hasilnya keluar dalam empat minggu.

TMZ mengutip sumber anonim menyebutkan jika Prince dirawat di Illionis karena overdosis obat penghilang rasa sakit, Percocet.

Hingga kini, polisi mengatakan tidak ada tanda-tanda trauma di tubuh dan tak ditemukan indikasi Prince bunuh diri.

Dia terlihat masih hidup pukul 20.00 Rabu waktu setempat lalu ditemukan tak sadar di lift studionya di Paisley Park Kamis lalu, puklu 09.30 Kamis waktu setempat. Dia akhirnya dinyatakan meninggal dunia pukul 10.00 waktu setempat.

Ribuan fans masih memberikan penghormatan kepada penyanyi inovatif tersebut.

Prince yang menggabungkan musik rok, funk dan jazz sejak 1980-an lewat albumnya seperti Dirty Mind, 1999 dan Sign O’The Times. Di tahun 1984, Prince memenangi OScar lewat aktingnya, Pruple Rain.

Total pemilik nama Prince Rogers Nelson itu memiliki 30 album rekaman. Dia telah menjual lebih dari 100 juta kopi. Album terakhirnya adalah HITnRUN Phase Two yang dirilis tahun lalu dan tour albumnya dimulai bulan-bulan ini. @bbc/licom