LENSAINDONESIA.COM: ASBENINDO (Asosiasi Perbenihan Indonesia) komunitas pelaku industri perbenihan nasional mendukung program Presiden Joko Widodo dalam pencapaian target swasembada beras.

Padi, jagung, kedelai sebagai tiga komoditas utama yang diproduksi dalam negeri ditargetkan tak hanya mencukupi kebutuhan domestic, namun diharapkan untuk bisa surplus 10 %. Dengan ukuran target tersebut, artinya di tahun 2018, target untuk produksi beras ditetapkan sebesar 40.5 juta ton atau setara dengan 78 juta GKP.

Sebagai catatan, produksi beras nasional pada tahun 2014 berkisar 70.6 juta GKP. Ini berarti, pemerintah berharap adanya peningkatan produksi yang cukup signifikan dalam empat tahun kedepan, dibandingkan dengan angka produksi yang ada saat ini.

Wakil Ketua Asbenindo, Herry Kristanto mengatakan, untuk mengejar penambahan produksi sebesar 7.4 juta ton GKP dalam waktu 4 tahun bukan lah suatu hal yang mudah.

“ASBENINDO berkomitmen menyediakan benih hibrida secara tepat mutu, waktu, harga, dan jumlah hingga mencapai 12,000 ton tahun 2018. Berikut benih unggul padi hibrida sesuai standard aturan yang ditetapkan pemerintah, yakni melalui jalur produksi dalam negeri dan impor,” ujar Herry kepada Lensaindonesia.com dalam keterangan pers nya, Selasa (26/04/2016).

Asbenindo mampu menyediakan benih padi hibrida sesesuai target pencapaian kedaulatan pangan jika didukung kebijakan dan program fasilitasi dari pemerintah.

“Target tersebut akan tercapai jika penetapan dan pengembangan wilayah khusus produksi benih padi hibrida jika bekerja sama dengan perusahaan produsen benih, lalu memudahkan produsen benih untuk impor/ pengadaan parent material benih padi hibrida yang dipakai untuk produksi benih padi hibrida dalam negeri. Selain itu, kami juga berharap ada perubahan dalam pasal 9 Peraturan Menteri Pertanian nomor 127/ 2014 yang membatasi impor benih padi hibrida selama tiga tahun setelah registrasi. Dan kami berharap, agar keharusan untuk memproduksi benih secara lokal ini bisa diperpanjang menjadi 5 tahun untuk keperluan optimalisasi aklimatisasi dan sosialisasi sebelum benih diproduksi dalam negeri,” pungkas Herry.@Eld-Licom