LENSAINDONESIA.COM: Polda Sumatera Utara resmi mencopot AKP Ichwan Lubis sebagai Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, Medan, Selasa (26/4/2016), terkait penangkapan perwira polisi itu BNN dalam dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari penjualan Narkoba.

Posisi Kasat Reskoba Polres Pelabuhan Belawan AKP Ichwan Lubis digantikan Kasat Reskrim Polres Pakpak Bharat, AKP Dedy Kurniawan. “AKP Ichwan Lubis hari ini resmi dicopot dari jabatannya digantikan AKP Dedy Kurniawan. Kami juga siap kalau BNN membutuhkan bantuan untuk pengembangan kasusnya,” tegas Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf.

Sementara pemeriksaan di Propam Polda Sumut baru akan dilakukan setelah proses pemeriksaan BNN terhadap AKP Ichwan Lubis rampung. “Jika terbukti melakukan tindak pidana, pasti ada sanksinya. Sansksi internal itu bisa disiplin, bisa kode etik profesi, tergantung hasil penyidikannya nanti. Proses etik dan profesi baru berjalan setelah persoalan pidananya dengan BNN berkekuatan hukum tetap,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasat Reskoba Polres Pelabuhan Belawan AKP Ichwan Lubis diduga menerima suap Rp 2,3 miliar dari bandar Narkoba Togiman alias Toni alias Togi Bandar untuk membantu Achin yang ditangkap BNN.

Direktur TPPU BNN Brigjen Rachmad Sunanto mengungkapkan, hubungan Kasat Reskoba Polres Pelabuhan Belawan dengan Toni bermula saat sang bandar Narkoba dijelbloskan Lapas Lubuk Pakam pada 2009 lalu.

Toni ditangkap AKP Ichwan Lubis atas kepemilikan 7.000.000 pil ekstasi dan dijatuhi hukuman setahun penjara. Setelah bebas, bandar Narkoba ini tak kapok sehingga pada 2011 ditangkap lagi atas kepemilikan 2.000.000 pil ekstasi dan diganjar 12 tahun penjara yang dijalaninya sampai hari ini.

Namun dari balik jeruji, Toni tetap mengendalikan bisnis Narkoba. Achin anak buahnya dirisngkus petugas BNN dengan barang bukti 46.000.000 pil ekstasi, 20,5 kilogram sabu dan 600.000.000 pil happy five pada 1 April 2016 lalu. Khawatir kasusnya merembet, Toni khawatir lalu meminta bantuan AKP Ichwan Lubis untuk menyelesaikan kasus Achin. @andiono