LENSAINDONESIA.COM: Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop dan UMKM) Provinsi Jawa Timur berkomitmen terus mengembangkan produk hasil olahan pengusaha kecil yang tergabung dalam UMKM di Jatim. Kali ini, produk yang berhasil dipasarkan hingga menembus pasar global (ekspor) yakni Kopi Raja.

Kopi yang diproduksi oleh Koperasi Pondok Pesantren (Ponpes) Mukmin Mandiri Sidoarjo ini ternyata diminati di mancanegara. Mulai Mei 2016 mendatang, Kopi Raja untuk pertama kalinya siap diekspor ke Melbourne, Australia.

Kepala Diskop UMKM Jatim, I Made Sukartha menjelaskan, Kopi Raja yang berhasil tembus pasar ekspor ini telah melalui prosedur yang ketat dan telah memenuhi standarisasi internasional.

“Kopi Raja buatan Ponpes Mukmin Mandiri Sidoarjo ini telah melewati banyak tahapan hingga akhirnya bisa tembus ekspor. Mulai dari rasa, jenis dan kualitas kopi yang asli Jawa. Kemudian kemasan hingga branding yang telah dibentuk sedemikian rupa lewat pembinaan yang rutin diberikan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Jatim,” ujarnya pada LICOM, Rabu (27/04/2016).

Made mengatakan, ini menunjukkan bahwa produk UMKM di Jatim bisa diterima di pasar global. Segala upaya melalui pelatihan dan pembinaaan terus dilakukan oleh Diskop UMKM Jatim agar terus bisa menghasilkan produk andalan yang berkualitas tinggi.

“Untuk bisa menembus pasar Australia ini nggak gampang. Pemerintah Australia menerapkan syarat yang begitu ketat untuk memasukkan suatu produk ke negaranya. Tapi terbukti, kita (Jatim) bisa menembusnya dengan berhasilnya Kopi Raja yang ternyata diminati oleh orang Australia,” katanya.

Tentunya dengan prestasi ini bisa menjadi stimulan bagi UMKM di Jatim lainnya agar meningkatkan kualitas produknya sehingga diminati di pasar luar negeri. Hal ini pula, menurut Made, menunjukkan bahwa Jawa Timur siap bersaing dalam Asean Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Kita (Jatim) ini bukan lagi menghadapi MEA, tapi kita sudah menjalaninya dan sangat bisa bersaing dengan negara ASEAN lainnya. Sebagai provinsi industri berbasis UMKM, maka industri ini menjadi porosnya Jawa Timur. Kita arahkan UMKM di Jatim yang berbasis agroindustri seperti Kopi Raja ini, kita beri pembinaan rutin dan banyak juga produk UMKM kita yang bisa tembus pasar global. Artinya produk kita ini punya daya saing,” tegas mantan Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim ini.

Sementara, Kepala Bidang Usaha Diskop dan UMKM Jatim Mas Purnomo Hadi mengungkapkan keberhasilan Kopi Raja menembus pasar global tak lepas dari usahanya yakni mengakomodasi produk para anggota UMKM di Jatim untuk pemasarannya.

Mulai dengan membuka jaringan Asosiasi Koperasi Retail Indonesia (AKRINDO) yang menguasai captive market atau pasar dalam negeri. Disini prosuk-produk UMKM asal Jatim bisa dipasarkan dan masuk ke retail-retail besar agar dikenal oleh masyarakat.

Langkah kedua, yaitu membangun Cooperative Trading House (CTH). CTH didirikan dengan maksud membangun satu sistem terpadu untuk menangani masalah pasar produk koperasi dan UMKM anggotanya yang secara sistemik menjembatani para produsen dengan akses pasar yang lebih luas.

“Pak Gubernur menarget kami untuk menjadikan produk UMKM Jatim harus bisa menjadi garda terdepan menguasai pasar ekspor. Dari sini kami mencoba untuk mendirikan CTH mulai tahun 2015. Salah satunya fungsinya yaitu menampung produk UMKM dan mendisplay setiap produknya di Kantor CTH yang ada di Ruko Juanda,” jelas Purnomo.

Dengan adanya display produk UMKM di CTH, memudahkan pihaknya untuk melakukan pemasaran kepada para calon buyer potensial, khususnya buyer non ritel serta memfasilitasi pengembangan jaringan usaha dengan pasar dalam negeri maupun pasar ekspor.

“Kalau ada buyer dari luar negeri biasanya langsung kita arahkan ke CTH. Terakhir kemarin ada kunjungan dari Kedutaan Amerika, mereka mengelist produk-produk UMKM Jawa Timur untuk dibawa ke Amerika. Ini kan potensinya besar sekali untuk mengembangkan produk lokal Jawa Timur,” paparnya.

Selain diakomodasi secara baik, para pengusaha UMKM ini juga rutin diberikan pelatihan serta pembinaan melalui Klinik Koperasi dan UMKM Jatim yang memberikan layanan gratis setiap hari dengan 12 layanan. Antara lain layanan konsultasi bisnis, pelatihan singkat, akses pemasaran produk hingga pendampingan pengurusan SNI dan HAKI.

Namun yang terpenting, ada satu ilmu lagi yang wajib dipegang oleh para pengusaha UMKM Jatim. Purnomo membekali ilmu AKIK yang merupakan jurus jitu para pengusaha UMKM agar produknya bisa diterima di pasaran. AKIK merupakan singkatan yang dari Aktif, Kreatif, Inovatif dan Komunikatif. Setiap pengusaha yang masuk di lembaganya dituntut menguasai ilmu AKIK ini.

“Jadi pengusaha jangan diam saja, harus jemput bola. Tak lupa juga terapkan jimat AKIK plus kejujuran dimanapun dan kapanpun. AKIK itu Aktif dalam memasarkan produknya. Kreatif mengolah produknya. Inovatif dalam segala hal terkait produknya dan pintar dalam berkomunikasi atau Komunikatif untuk mengembangkan produknya,” tegasnya.

Diketahui, di CTH saat ini sudah mendisplay sekitar 460 produk hasil kreasi dari Koperasi dan UMKM se-Jatim. Beberapa diantaranya sudah banyak yang diekspor ke mancanegara mulai tahun 2013 lalu, yakni ke Singapura, Malaysia, Hongkong dan sejumlah negara lainnya. Untuk produknya yaitu aneka keripik (keripik buah, keripik kentang, keripik tempe) merek So Kressh asal Malang, rempeyek atau peyek buatan UMKM Batu, minuman sari apel asal Batu dan Malang dan yang terbaru Kopi Raja dari Sidoarjo.

“Ekspor untuk produk mamin ini sudah kita mulai sejak tahun 2013. Tapi untuk kopi ya baru kita awali tahun ini. Intinya dengan CTH ini terbukti bisa membawa produk lokal Jatim go international. Semua yang masuk ke CTH ini benar-benar merasa membutuhkan mulai dari bimbingan soal mengolah rasa produknya, cara memilih bahannya, cara mengurus perizinan, membuat labelling kemasan. Bimbingan itulah yang terus kita berikan kepada para pengusaha UMKM untuk mendorong berkembangnya produk UMKM Jawa Timur bisa bersaing dengan produk lainnya,” tandas Pak Pur (sapaan akrab Mas Purnomo Hadi).

Ditambahkan, Pemilik Brand Kopi Raja yang juga Pengasuh Koperasi Ponpes Mukmin Mandiri KH Muhammad Zakki mengaku bangga atas keberhasilan lembaganya yang bisa membuat produk hingga menembus pasar luar negeri.

Hal ini merupakan kerjasama dari banyak pihak terutama Diskop dan UMKM Jatim yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas yang begitu memadai juga menguntungkan. Selain akan ekspor perdana Kopi Raja jenis robusta ke Australia, pihaknya juga membidik pasar global yang lebih luas lagi hingga Eropa.

“Ini karena barokahnya jimat AKIK-nya Pak Pur, akhirnya Koperasi Mukmin Mandiri bisa melakukan ekspor ke Australia. Bulan Mei ini kita mulai proses ekspor Kopi Raja. Dan satu hal juga yang membuat kita semangat yaitu Pak Made (Kepala Diskop dan UMKM Jatim) ini memberi dorongan yang sangat kuat untuk para pelaku UMKm di Jawa Timur. Sehingga Mukmin Mandiri jadi satu-satunya koperasi Ponpes yang berhasil melakukan ekspor mandiri ke luar negeri,” tukas dia.@sarifa/adv