Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 kurang dua tahun lagi. Namun sejumlah partai politik di Jatim sudah mulai memanasi mesin politiknya, salah satunya dengan membentuk koalisi antar parpol.

Saat ini ada empat parpol yang telah mendeklarasikan diri masuk dalam Koalisi Jawa Timur, yakni Partai Gerindra, PAN, PPP dan PKS.

Juru Bicara Koalisi Jawa Timur dari Partai Gerindra, Anwar Sadad mengungkapkan, koalisi empat parpol poros tengah di DPRD Jatim ini punya modal kursi yang kuat yaitu sebanyak 31 kursi. Rinciannya Partai Gerindra memiliki 13 kursi, PAN 7 kursi, PPP 5 kursi dan PKS 6 kursi.

“Intinya kita empat parpol Partai Gerindra, PAN, PPP dan PKS sepakat ada di satu barisan menuju Pilgub Jatim 2018 nanti. Apalagi modal politik kita sangat kuat totalnya ada 31 kursi. Untuk perwakilan dari PKS tidak bisa datang, namun mereka sepakat untuk gabung di koalisi ini,” ujar Sekretaris DPW Partai Gerindra Jatim ini kepada wartawan di Surabaya, Jumat (29/04/2016)

Mereka berkomitmen untuk bersama-sama melakukan percepatan pembangunan Jawa Timur setelah lengsernya Gubernur Soekarwo nantinya. Bahkan, koalisi ini juga membuka peluang bagi parpol lainnya untuk merapat ke barisannya.

“Kita membuka pintu bagi siapapun yang ingin bergabung dengan Koalisi Jawa Timur ini. Mungkin Demokrat, NasDem, Hanura atau lainnya. Termasuk untuk yang diluar partai seperti Gus Ipul (Saifullah Yusuf) yang akan maju,” tambah Anwar Sadad.

Meski telah membentuk koalisi, namun belum ada keputusan untuk memunculkan figur calon yang didukung dalam Pilgub nanti. Namun sebelumnya tiga diantara parpol ini, kecuali PKS, masing-masing telah menunjukkan calonnya.

Dari Partai Gerindra memunculkan nama Soepriyatno (Ketua DPW Partai Gerindra Jatim), untuk PAN yakni Masfuk (Ketua DPW PAN Jatim), PPP yakni Musyaffa’ Noer (Ketua DPW PPP Jatim).

“Soal siapa calon yang akan kita dukung di Pilgub, memang kita belum memutuskan. Tapi yang jelas dalam koalisi ini kami ingin memberikan pesan kepada masyarakat bahwa ada kekuatan politik lain yang bisa membangun Jawa Timur lebih baik. Selain mereka-mereka yang sudah muncul itu,” tegas Agus Maimun dari PAN.

Ia juga menilai sejumlah nama yang telah muncul seperti Gus Ipul dan Pak Halim dari PKB itu terlalu mainstream. Bisa jadi ada alternatif nama calon lain untuk membuktikan bahwa Jawa Timur tidak minim kader untuk dimunculkan di Pilgub Jatim 2018.

“Yang pasti akan dilakukan survei kandidat calon dulu, mulai dari tingkat elektabilitasnya, visi misinya dan sebagainya. Dan intinya ini belum final, ini masih koma belum titik,” tutupnya.

Pantaun LICOM, pertemuan antar parpol ini tadi juga dihadiri langsung oleh petinggi partainya. Tampak diantaranya Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Soepriyatno, Ketua DPW PAN Jatim Masfuk dan Ketua DPW PPP Jatim Musyaffa’ Noer. Selain itu, juga tampak dihadiri pengurus DPP PAN seperti Achmad Rubaie dan Sunartoyo. Ada juga pengurus parpol lainnya seperti Mahdi dari PPP, Imam Makruf dan Ahmad Hadinuddin dari Partai Gerindra.@sarifa