LENSAINDONESIA.COM: “Kami berdebar-debar menunggu pengumuman hasil penilaian”, demikian kata Alvin Rahmat Setiawan, anggota tim olimpiade dari SMA Kesatuan Bangsa School, Yogyakarta pada saat menunggu pengumuman pemenang di Nairobi.

Ternyata, tim dari Kesatuan Bangsa School ini pada event olimpiade Senen lalu (2/5/2015),
meraih medali emas.

Keterangan pers KBRI Nairobi kepada LICOM, menyebutkan, ajang kompetisi yang diselenggarakan keenam kalinya tersebut diikuti sekolah-sekolah dari 27 negara. Sebanyak 151 karya ilmiah bertema lingkungan hidup dipresentasikan oleh para peserta.

Kompetisi yang berlangsung 30 April sampai dengan 2 Mei 2016 ini diselenggarakan “Light
Academy”, sebuah sekolah internasional di Nairobi.

Peserta Indonesia terbagi dalam dua tim. Tim pertama mempresentasikan genteng berbahan
baku sampah plastik. Karya ini ditawarkan sebagai bagian dari upaya daur ulang sampah.
“Bahan baku genteng dari di lingkungan sekitar yang mudah dicari dan murah”, kata Sultan Arya MH, siswa kelas 1 SMA Kesatuan Bangsa School.

Tim kedua memaparkan proses pembuatan minyak kelapa dengan proses ramah lingkungan.
Pembuatan minyak kelapa dengan air cuka ini memperoleh medali perunggu.

Olimpiade ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap isu-isu
lingkungan hidup dan sains. Kegiatan dikemas dalam kompetisi dengan peserta anak-anak
usia sekolah dasar dan menengah.

Di hadapan dewan juri, para siswa sekolah menengah dari berbagai negara tersebut memaparkan berbagai karya penelitian masing-masing. Perlombaan dibagi ke dalam kategori energi, teknik, lingkungan hidup, desain ramah lingkungan, pertanian dan anak-anak.

Duta Besar RI Nairobi, Soehardjono Sastromihardjo menyampaikan penghargaan atas capaian tim Indonesia tersebut. “Isu lingkungan hidup merupakan salah satu bidang tugas yang ditangani oleh KBRI Nairobi”, tambah Dubes Soehardjono Sastromihardjo.

“Disamping diakreditasikan untuk Kenya dan negara-negara sekitar, KBRI Nairobi juga
merangkap sebagai Perwakilan RI untuk Badan PBB yang menangani lingkungan hidup (UNEP) dan pemukiman (UN-Habitat)”, jelas Soehardjono Sastromihardjo.

“Saya harapkan, ke depan, semakin banyak anak-anak Indonesia yang ikut berkompetisi
dalam berbagai ajang internasional’, lanjutnya. @licom

Tim SMA Kesatuan Bangsa School bersama Bapak Duta Besar Soehardjono Sastromihardjo.
Tim SMA Kesatuan Bangsa School bersama Bapak Duta Besar Soehardjono Sastromihardjo.