LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 14 ribu tentara Singapura akan mengikuti latihan militer di dua kota di negara bagian Quenssland, Australia, Jumat (6/5/2016).

Townsville dan Rockhampton, dua kota destinasi pelatihan militer Singapura di Australia, akan menerima suntikan dana sebanyak 2,25 miliar dolar atau setara dengan Rp22,3 triliun (1 dolar Australia = Rp9.920) untuk membiayai pengembangan berbagai fasilitas militer di sana.

Dana itu semua berasal dari Singapura, yang memang sangat kekurangan lahan untuk lokasi latihan militer. Dengan biaya yang disepakati, 14.000 tentara Singapura akan mendapat pelatihan militer selama 18 pekan. Jumlah peserta latihan militer jauh lebih besar daripada kondisi tahun ini yakni 6.000 personel.

Program latihan militer ini merupakan bagian dari perluasan kerjasama strategis sektor pertahanan antara Australia dan negara kota Singapura. Mereka juga memperkuat kerjasama intelejen dalam counter-terrorism, kata Kementerian Luar Negeri.

Latihan ini terlaksana di tengah ketegangan tinggi antara negara Asia dengan Chna, yang membangun bangunan militer dan sipil di Laut Cina Selatan.

Negara ini juga tengah menghadapi teror dari militan ISIS. Awal pekan ini, Singapura menangkap delapan pria Bangladesh yang berencana membuat serangan. Lima orang yang dideportasi langsung ditahan polisi Bangladesh.

Bagi Australia, Singapura merupakan negara terbesar kelima dalam perdagangan dan investasi.@licom