LENSAINDONESIA.COM: Penyelundupan Narkoba jenis methaphetamine atau bahan dasar sabu 500 gram kiriman dari Malaysia ke Indonesia, digagalkan petugas keamanan Terminal 2 Bandara Juanda, Surabaya.

Kurir Narkoba jaringan internasional Zainal Alim warga Jl Nusa Indah, Desa Mlajah, Bangkalan, Madura, yang membawa Narkoba dari Malaysia dan ST, warga Madura, yang saat itu menjemput tersangka ikut diamankan.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda, Mulyono, mengatakan dua tersangka yang ditangkap adalah kurir sekaligus seorang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang bekerja di Malaysia. “Narkoba dikemas dalam bungkusan plastik lalu dilapisi koran dan dimasukkan koper jadi satu dengan barang bawaan lainnya, agar tidak terdeteksi,” terangnya, Selasa (10/5/2016).

Mulyono menambahkan, terungkapnya penyelundupan Narkoba jaringan internasional dari Malaysia ke Indonesia itu itu berawal pada Jumat (22/4/2016) pagi, pukul 08.25 WIB, saat pesawat AirAsia AK 364 terbang dari Kuala Lumpur, Malaysia landing di Terminal 2 Bandara Juanda. Saat melewati x-ray, petugas bandara dari Avsec, Pengawasan Pelayananan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda melihat tas koper hitam yang dibawa Zainal Alim yang mencurigakan.

Kemudian dilakukan pemeriksaan mendalam dengan membawa tas koper termasuk pemiliknya ikut diamankan, dibawa ke Posko Satgaspam (Satuan Tugas Pengamanan) Pomal.

Saat tas dibongkar, petugas menemukan bungkusan plastik dilapisi koran dan setelah dibuka ternyata berisi paketan Narkoba jenis methamphetamine atau sabu dengan berat 500 gram.

“Saat itu juga, ST, orang yang menjemput Zainal di Bandara Juanda juga kami amankan karena berdasarkan poengakuan Zainal, yang bersnagkutan juga terlibat. Sekarang keduanya kami serahkan ke BNNP Jatim untuk pengembangan dan diungkap jaringannya,” pungkas Mulyono. @rofik