LENSAINDONESIA.COM: Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu menggeledah ruang kerja Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud. Penggeledahan itu menemukan barang bukti berupa sabu-sabu dan ekstasi di ruang kerja bupati.

“Benar BNN Provinsi Bengkulu telah melakukan pengeledahan di ruang kerja Bupati Bengkulu Selatan,” kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari di Jakarta, Rabu (11/5/2016). Penggeledahan dilakukan pada Selasa (10/5/2016).

Atas penemuan itu, Bupati Dirwan Mahmud diperiksa sebagai saksi dan barang bukti yang ada diteliti di laboratorium BNN Provinsi Bengkulu. Arman menjelaskan penggeledahan berlangsung tangpa perlawanan berarti. “Penggeldahan dilakuakn berdasarkan informasi masyarakat,” katanya.

Dirwan Mahmud adalah Bupati BS periode 2016-2021 yang terpilih lewat Pilkada Serentak 9 Desember 2015 yang kemenangannya sempat digugat di Mahkamah Konstitusi. Dia menggandegn Gusnan Mulyadi.

Kala 2010, dia sempat maju di pilbup berpasangan dengan Hartawan. Kemenangannya juga digugat di MK dengan dasar gugatan status terpidana Dirwan. Dalam berkas gugatannya, Dirwan merupakan terpidana kasus narkoba tahun 2011 dengan hukuman 4 tahun 3 bulan.

Baru sekitar 3 bulan menjabat, pria kelahiran 17 Mei 1959 kini tersandung isu tak sedap. Ekstasi dan sabu ditemukan di ruang kerjanya dalam penggeledahan yang dilakukan BNNP dan Polres Bengkulu Selatan pada Selasa 10 Mei 2016. Penggeledahan dilakukan karena ada informasi masyarakat tentang penyalahgunaan narkoba di lingkungan Pemkab BS.

BNN sebelumnya pernah menangkap Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviadi yang positif menggunakan narkoba. Ditangkap saat sedang pesta narkoba. Noviadi masih menjalani rehabilitas milik BNN yang berada di Lido.@licom