LENSAINDONESIA.COM: Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Jatim, PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia) dan BI (Bank Indonesia), blusukan ke Pasar Wonokromo Surabaya meninjau harga pangan sekaligus gelar Pasar murah untuk mengantisipasi kenaikan harga gula yang cukup tinggi. Sejumlah 60 ton gula kristal disiapkan pasar murah di 6 kota Jatim.

Sejak pukul 9 pagi, Kepala Disperindag, Moch. Ardi bersama Sukri Hidayat, General Manager Regional PPI dan Budi Widhartanto, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi perwakilan dari BI, mensurvey Pasar Wonokromo untuk memantau harga komoditas pangan.

“Pasar murah ini, kita selenggarakan untuk tanggulangi harga gula agar tak melonjak terus. Harga gula yang mulanya Rp.12.000,-/ kg, saat ini menjadi Rp. 15.000 hingga Rp.16.000,-/ kg. Kenaikan yang cukup drastis ini, coba kita tanggulangi dengan Pasar murah yang menjual gula, dan masih dengan harga Rp. 12.000,-/ kg” tutur Moch. Ardi kepada Lensaindonesia.com, Jumat (20/05/2016).

Ardi memaparkan, Pasar murah ini digelar 10 titik, diantaranya Surabaya, Sidoarjo, Malang, Malang Raya, Ponorogo dan Madiun. Akan ada 2 ton gula yang disiapkan di setiap titiknya dan setiap pembeli hanya dibatasi membeli maksimal 2 kg saja.

“Pasar murah akan diselenggarakan di pasar Wonokromo selama 3 hari, hingga hari Minggu mendatang. Esok hari, Pasar murah akan dibuka sejak pukul 6 pagi hingga persediaan stok 2 ton tersebut habis terjual” pungkas Ardi.

Dikesempatan yang sama, Yuli, salah satu ibu rumah tangga yang membeli gula di Pasar murah menyatakan senang sebab bisa membeli gula dengan selisih harga Rp. 3.000,- lebih murah. Namun ia berharap, akan ada Pasar murah untuk telur Ayam. Selain gula, telur ayam juga mengalami kenaikan cukup signifikan. Awalnya Rp. 15.000,-/ kg menjadi Rp. 20.000,-/ kg.

Pihak Disperindag, BI dan Bulog juga sudah menyiapkan komoditas Beras, Minyak, tepung dan Gula untuk Operasi Pasar jelang Ramadhan dan Lebaran tahun ini yang rencananya baru dilaksanakan 1 juni mendatang.@Retha