Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Mesir pastikan EgpytAir hilang karena aksi terorisme
Pesawat Egyptair. Foto: Ilsutrasi/istimewa
Eropa

Mesir pastikan EgpytAir hilang karena aksi terorisme 

LENSAIDONESIA.COM: Pihak berwenang Mesir mengatakan, hilangnya pesawat EgyptAir MS804 yang tengah melakukan penerbangan Paris-Kairo Kamis (19/05/2016) akibat ulah teroris.

Saat ini, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi telah memerintahkan kementerian penerbangan sipil, pusat pencarian dan penyelamatan yang dikelola militer, angkatan laut dan angkatan udara untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menemukan puing-puing pesawat.

Ia juga memerintah segeranya dilakukan penyelidikan atas penyebab kecelakaan.

Sementara itu, Menteri Penerbangan Mesir Sherif Fathy, kepada wartawan mengatakan bahwa pesawat itu dalam kondisi teknis yang baik dan telah melewati semua pemeriksaan keamanan yang diperlukan. Dengan demikian kecil kemungkinan pesawat mengalami kegagalan teknis. Itu artinya, kemungkinan pesawat hilang akibat teroris bisa saja terjadi.

Fathy mengatakan, pesawat EgyptAir MS804 dikemudikan oleh pilot sangat berpengalaman.

Maskapai ini menegaskan pilot pesawat sangat berpengalaman. Kapten pilot memiliki 6.275 jam terbang, termasuk 2.101 jam terbang di pesawat A320, sementara pilot lainnya memiliki total 2.766 jam terbang.

Menurut otoritas penerbangan sipil Yunani, pesawat melintasi wilayah udara nasional Yunani. “Pilot itu dalam semangat yang baik dan mengucapkan terima kasih kepada pengenali (lalu lintas udara) dalam bahasa Yunani sebelum kontak radio dengan pesawat MS804 hilang,” bunyi pernyataan otoritas.

Fathy, mengatakan bahwa serangan teroris “lebih mungkin” sebagai penyebab jatuhnya pesawat. Meski demikian, dia mendesak masyarakat untuk tidak menarik kesimpulan dini tentang kecelakaan itu.

Direktur Dinas Keamanan Federal Rusia (FBS), Alexander Bortnikov, mengatakan pihaknya percaya bahwa serangan teroris yang menjatuhkan pesawat EgyptAir MS804. ”Untuk hal terbaik yang bisa kami sesali, satu kecelakaan terjadi pada sebuah pesawat dari maskapai Mesir. Rupanya, ini adalah aksi teroris yang menewaskan 66 warga dari 12 negara,” katanya.

Baca Juga:  Ini Lima pernyataan sikap jaringan Gusdurian terketuk Papua

Seorang ahli penerbangan sipil Australia, Geoffrey Thomas, mengatakan kepada Russia Today bahwa sistem keamanan di Bandara Charles de Gaulle baik tetapi bukan mustahil bisa ditembus.”Satu hal yang pihak industri takut adalah ketika Anda memiliki seorang pekerja bandara yang mungkin terkait dengan beberapa kelompok (teror),” katanya.

“Selalu ada kemungkinan bahwa ada sesuatu yang diselundupkan di pesawat.”

Seperti diberitakan sebelumnya, telah ada pelanggaran keamanan serius di Bandara Charles de Gaulle Paris dan Bandara Orly, ketika puluhan staf terkait jaringan organisasi radikal tertentu.

Pesawat EgyptAir MS804 lepas landas dari Bandara Charles de Gaulle pada pukul 23.09 waktu Prancis pada hari Rabu dan semestinya tiba di Kairo pukul 03.00 pada hari Kamis. Penerbangan untuk rute Paris-Kairo umumnya berlangsung sekitar empat jam.

Menurut update terbaru dari masakapai EgyptAir, pesawat MS804 terakhir terpantau radar ketika terbang di atas Laut Mediterania sekitar 280km (175 mil) dari daerah pantai Mesir pada pukul 02.30 waktu Kairo. Pesawat terbang pada ketinggian 37.000 kaki (11.300 meter).

Laporan sebelumnya dari AFP mengutip sumber penerbangan di Yunani menyatakan bahwa pesawat itu jatuh 130 mil dari pulau Karpathos, Yunani. Namun, laporan ini belum bisa dikonfirmasi secara resmi oleh Pemerintah Yunani.@LI-13