Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Pesawat EgyptAir MS804 hilang, ini daftar kebangsaan penumpangnya
Rute penerbangan EgyptAir. Foto: Ilustrasi
Eropa

Pesawat EgyptAir MS804 hilang, ini daftar kebangsaan penumpangnya 

LENSAINDONESIA.COM: Pesawat EgyptAir MS804 penerbangan Paris-Kairo yang hilang pada Kamis (19/05/2016) di Laut Mediterania Timur.

Diperkirakan, pesawat jatuh dari ketinggian 22 ribu kaki (setara 6.705 meter) di Pulau Karpathos antara Pulau Kreta dan Rhodes, Yunani.

Pihak EgyptAir menyatakan, di pesawat yang lepas landas Bandara Charles de Gaulle Paris menuju Kairo tersebut mengangkut 56—termasuk tiga anak—dan 10 awak atau kru. Para kru terdiri dari dua pilot, lima pramugari dan tiga petugas keamanan.
Para penumpang itu terdiri dari 30 warga Mesir, 15 warga Prancis, dua warga Irak dan masing-masing satu warga negara Inggris, Belgia, Kuwait, Arab Saudi, Sudan, Chad, Portugal, Aljazair dan Kanada.

Berikut daftar kebangsaan penumpang EgyptAir MS804, seperti dirilis EgyptAir dalam akun Facebook:

– 30 orang Mesir
– 15 orang Prancis
– 1 orang Inggris
– 1 orang Belgia
– 2 orang Irak
– 1 orang Kuwait
– 1 orang Saudi
– 1 orang Sudan
– 1 orang Chad
– 1 orang Portugis
– 1 orang Aljazair
– 1 orang Kanada

Pusat krisis EgyptAir telah bekerja sama dengan pihak yang berwenang, dan berjanji akan mengeluarkan informasi tambahan jika telah tersedia.

EgyptAir juga telah menyediakan dokter, penerjemah dan semua layanan yang diperlukan untuk anggota keluarga penumpang selama mereka berada di bandar udara Kairo.

EgyptAir menginformasikan bahwa pesawat EgyptAir A320 dengan nomor penerbangan MS804 kehilangan kontak dengan radar di atas Laut Mediterania sekitar 280 KM dari daerah pantai Mesir pada 02:30 CLT. Pesawat tersebut diharapkan tiba Kairo pada 03:15 CLT.

Saat ini, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi telah memerintahkan kementerian penerbangan sipil, pusat pencarian dan penyelamatan yang dikelola militer, angkatan laut dan angkatan udara untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menemukan puing-puing pesawat.

Baca Juga:  Panglima TNI tinjau Karhutla di Kalimantan Barat

Ia juga memerintah segeranya dilakukan penyelidikan atas penyebab kecelakaan.

Sementara itu, Menteri Penerbangan Mesir Sherif Fathy, kepada wartawan mengatakan bahwa pesawat itu dalam kondisi teknis yang baik dan telah melewati semua pemeriksaan keamanan yang diperlukan. Dengan demikian kecil kemungkinan pesawat mengalami kegagalan teknis. Itu artinya, kemungkinan pesawat hilang akibat teroris bisa saja terjadi.@LI-13