LENSAINDONESIA.COM: Harga gula pasir di Jawa Timur terus meroket hingga menembus Rp 16 ribu per kilogram. Kenaikan harga gula ini terjadi secara mendadak mendekati bulan Ramadhan.

Menanggapi ini, Komisi B DPRD Jawa Timur mensinyalir kenaikan harga gula karena imbas dari permainan distributor yang memborong gula Jatim untuk dijual ke pasar luar Jatim.

Akibatnya, stok di Jatim habis dan imbasnya pada mahalnya harga gula pasir per kilogramnya.

Menurut Anggota Komisi B Subianto ini artinya ada pihak tertentu yang bermain. Padahal pada bulan April lalu harga gula hanya ada di kisaran Rp 11 ribu per kilogram.

“Kalau kami melihatnya naiknya harga gula karena imbas dari distributor yang memborong gula Jatim untuk dijual kembali ke pasar luar Jatim. Karena itu stoknya berkurang sehingga harganya mahal. Disini kami tak melihat peran Bulog yang harusnya menjadi penyangga pangan malah tidak melakukan langkah tepat untuk menekan harga gula. Bahkan langkah antisipasi pun juga tidak dilakukan Bulog Jatim,” jelas Subianto pada LICOM, Senin (23/05/2016).

Dijelaskan politisi asal Fraksi Partai Demokrat ini, pemerintah juga tidak bisa melakukan pembatasan gula yang telah dipermainkan distributor ini. Sebab hal itu bagian dari pasar bebas, sehingga yang harusnya melakukan langkah antisipasi adalah Bulog Jatim karena peran Bulog adalah penyangga pangan (buffer stock).

Tapi faktanya Bulog Divre Jatim tidak bisa menjalankan peran dan fungsinya, imbasnya saat kondisi stok pangan minim maka harga dipasaran langsung meroket tajam. Pihaknya menuding Bulog tidak bekerja karena tidak melakukan langkah antisipatif.

“Harusnya kalau sudah tahu ada stokpangan yang terbatas, ya peran Bulog harus dimaksimalkan. Bulog harus menggerojok pasar dengan stok bulan, langkah tersebut sebagai upaya menekan harga gula, bukan malah dibiarkan tidak ada langkah solusi dari Bulog untuk menekan harga gula ini,” tudingnya

Karena hal ini pula pihaknya meminta pemerintah mengevaluasi kinerja Bulog, karena tidak bisa menjalankan peran dan fungsinya sebagai penyangga pangan.

Sementara, Gubernur Jatim Soekarwo menyatakan bakal turun tangan mengatasi harga gula pasir yang tak wajar tersebut. Salah satu usaha Pakde Karwo (sapaan akrabnya) yakni akan mengumpulkan pengusaha dan pabrik gula untuk melakukan klarifikas terkait tingginya harga gula yang terjadi saat ini.

“Memang hal ini harus kita bicarakan dengan pengusaha dan pabrik gula untuk merasionalkan harga. Ini harga yang ada sebegitu mahal. Apalagi harga gula ditentukan pasar dengan efisiensi. Tapi kami Pemprov juga mulai lakukan operasi pasar, salah satunya menekan harga gula ini,” kata Pakde Karwo ditemui usai rapat paripurna di DPRD Jatim tadi.

Tak hanya itu, gubernur bersama tim Pemprov juga sedang mengecek kenaikan harga gula ini wajar atau sudah berlebihan. “Yang jelas kita cari tahu apakah kenaikan harga itu apakah permainan perantara dari produsen. Kami akan telusuri itu secepatnya,” janji Soekarwo.@sarifa