Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Menteri Khofifah minta Komisi Yudisial turun usut vonis ringan Soni Sandra
Mensos Khofifah menanggapi vonis ringan terhadap Soni Sandra, pengusaha Kediri pelaku kejahatan seksual anak
HEADLINE DEMOKRASI

Menteri Khofifah minta Komisi Yudisial turun usut vonis ringan Soni Sandra 

LENSAINDONESIA.COM: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, meminta Komisi Yudisial (KY) turun ke lapangan mengecek vonis 9 tahun dan denda Rp 250 juta yang dijatuhkan kepada Soni Sandra, pengusaha Kediri pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

“Saya ketemu seorang korban kejahatan seksual anak. Tapi anak itu seperti ketakutan dan tak mau bicara apapun. Sepertinya dia mengalami trauma cukup mendalam, karena itu saya kira Komisi Yudisial perlu turun,” terang Khofifah di Surabaya, kemarin.

Khofifah yang juga Ketua Umum Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU (YTPSNU) Surabaya, menjelaskan Komisi Yudisial perlu turun ke Kediri untuk mengecek kenapa vonis hukum terhadap Soni Sandra bisa ringan.

“Kalau UU Perlindungan Anak memberi sanksi maksimal 15 tahun dan denda Rp5 miliar. Tapi ini hanya kena 9 tahun dan denda Rp250 juta. Tentu saja ini sangat tak sebanding dengan trauma puluhan anak yang jadi korban kejahatan seksual pelaku,” tambahnya.

Menurut Khofifah, jika korban kejahatan seksual masih anak-anak dan bisa menimbulkan trauma yang dalam dan berjangka panjang, maka seharusnya pelaku mendapat pemberatan seumur hidup dan hukuman mati. “Jika korban tidak satu anak, maka bisa ditambahkan hukuman kebiri kimiawi, alat deteksi elektronik atau publikasikan identitas,” terang Mensos yang juga menjabat Ketua Umum PP Muslimat NU.

Perlu diketahui, Khofifah mengutarakan perlunya Komisis Yudisial turun untuk menanggapi vonis ringan majelis hakim terhadap Soni Sandra, pelaku kasus asusila dan persetubuhan pada anak dengan hukuman penjara 9 tahun dan denda Rp 250 juta dalam sidang di Pengadilan Negeri Kediri, Kamis (19/5/2016) lalu. @*/andiono

Baca Juga:  IFC tawarkan modal tak terbatas untuk industri hijau Indonesia