LENSAINDONESIA.COM: Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Setyo Novanto menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Selasa (25/5/2016). Namun, Ical – sapaan akrab Aburizal Bakrie – menyatakan kedatangannya hanya untuk melaporkan hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Bali.

“Agendanya mau melaporkan (hasil Munaslub) saja,” kata Ical sebelum bertemu dengan Presiden di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta.

Selain Ical, beberapa pengurus Partai Golkar, yakni Ketua Umum Setyo Novanto, Sekretaris Jenderal Idrus Marham, Ketua Harian Nurdin Halid, Juru Bicara Partai Nurul Arifin.

Ical mengaku tidak ada lain selain melaporkan hasil Munaslub yang diselenggarakan pada 14-16 Mei 2016 di Bali.”Tidak ada (agenda lain),” tegasnya.

Setyo Novanto mengatakan pertemuan ini mengucapkan terima kasih atas kedatangan Presiden yang telah membuka Munaslub di Bali dan telah menghasilkan keputusan penting.

“Munaslub telah melahirkan keputusan-keputusan penting dan memilih saya sebagai Ketua Umum Golkar dan Pak Aburizal Bakrie selaku Ketua Dewan Pembina, Pak Idrus selaku Sekjen dan Ketua Harian Pak Nurdin Halid,” katanya.

Setnov menyatakan bahwa partainya akan mendukung penuh pemerintah dan pihaknya akan menyampaikan program yang diajukan kepada pemerintah.

Ketika ditanya apakah Golkar akan mengusulkan nama untuk masuk ke kabinet, Setyo menyatakan tidak mencampuri hak prerogatif Presiden dan Golkar tidak mencampuri masalah hal-hal yang menyangkut perombakan kabinet atau reshuffle.

Idrus Marham menegaskan bahwa dukungan Partai Golkar kepada pemerintah tanpa syarat karena partainya memiliki tuntutan ideologis, doktrin kekaryaan dan ideologi pembangunan.

“Untuk memperkuat sistem pemerintahan agar bisa berjalan efektif, salah satu faktornya adalah mayoritas parlemen mendukung pemerintahan,” kata Idrus.@ana/licom