Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Lagi, PN Surabaya: Sprindik baru Kejati Jatim untuk La Nyalla tidak sah!
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mattalitti dikawal petugas saat tiba di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, setelah dideportasi dari Singapura, Selasa (31/05/2016). Foto: Antara
HEADLINE DEMOKRASI

Lagi, PN Surabaya: Sprindik baru Kejati Jatim untuk La Nyalla tidak sah! 

LENSAINDONESIA.COM: Pengadilan Negari (PN) Surabaya menyesalkan sikap Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang melawan putusan pengadilan dalam penanganan perkara dana hibah Kadin Jatim.

Manuver Kejati Jatim yang kembali menetapkan Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka dalam perkara tersebut adalah sikap pembangkangan terhadap sistem hukum.

“Saya katakan berulangkali, ini adalah pembangkangan terhadap sistem hukum. Apalagi di putusan praperadilan yang terakhir sudah dinyatakan, sprindik yang sedang disidangkan (ketika itu) dan sprindik yang akan datang (adalah tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat). Jadi ini merusak tatanan hukum,” ujar Humas PN Surabaya Efran Basuning, Selasa (31/05/2016).

Putusan praperadilan yang dimaksud Efran adalah Putusan No.28/praper/2016/PN SBY pada 23 Mei 2016. Selain menyatakan bahwa penetapan tersangka La Nyalla tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, putusan tersebut juga secara tegas menyatakan bahwa perkara dana hibah Kadin Jatim tidak bisa disidik kembali. Sehingga Sprindik-sprindik terkait perkara tersebut otomatis juga tidak sah.

Efran menegaskan, putusan pengadilan tersebut harus dilaksanakan. ”Sifatnya putusan ya harus dilaksanakan. Karena kerugian (dalam perkara itu) kan sudah dipertanggungjawabkan. Dan sejak awal tidak ada yang menarik-narik La Nyalla. Oleh karena itu, perkara ini harus ditutup,” kata Efran.

Jika kemudian Kejati Jatim kembali menerbitkan Sprindik, Efran mengatakan, hal tersebut tidak lebih dari sekadar pengulangan.

Efran juga secara tegas menyatakan, hakim di pengadilan tidak bisa diintervensi seperti tudingan dari pihak Kejati Jatim. Alih-alih oleh Mahkamah Agung (MA), oleh ketua pengadilan saja tidak pernah diintervensi. ”Tidak pernah ada intervensi. Hakim itu kan imparsial, nonpartisan, tidak berpihak,” tegasnya.

Seperti diketahui, perkara penggunaan dana hibah Kadin Jatim yang disangkakan kepada La Nyalla Mattalitti adalah perkara yang telah diputus pengadilan pada 18 Desember 2015 dengan dua terpidana dari jajaran pengurus Kadin Jatim, yaitu Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring. Perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Dalam dakwaan disebutkan, Diar dan Nelson adalah pelaku tindak pidana dan tidak ada pelaku peserta (deelneming) yang lain selain keduanya.

Namun, pada 2016, Kejati Jatim menerbitkan serangkaian Sprindik dan penetapan tersangka terhadap La Nyalla. Sudah ada tiga putusan pengadilan yang membatalkan Sprindik-sprindik tersebut, yaitu putusan tanggal 7 Maret 2016, 12 April 2016, dan 23 Mei 2016.

Sementara itu, sore tadi, La Nyalla dipulangkan ke Indonesia oleh imigrasi Singapura karena izin tinggalnya habis (over stay). Saat ini, La Nyalla masih menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung. Rencananya, malam ini ketua PSSI akan ditahan sementara di Rutan Salemba.@ar