LENSAINDONESIA.COM: Komisi B DPRD Jawa Timur menyatakan program operasi pasar (OP) Pemprov Jawa Timur di 78 titik se-Jatim disebut tak efektif.

Sebab hingga saat ini harga kebutuhan bahan pokok tak kunjung menurun. Hal ini diketahui lewat sidak Komisi B ke Pasar Wonokromo Surabaya.

“Terbukti dari hasil sidak yang telah kami lakukan hari ini, harga kebutuhan pokok masih tinggi. OP yang dilakukan Disperindag Jatim belum bisa mengerek stabilisasi harga. Untuk harga gula di OP dijual Rp 11.750 tapi nyatanya harga gula yang dijual pedagang masih Rp 15-16 ribu. Dan masyarakat juga terlihat masih berminat belanja di dalam pasar, meski ada selisih harga dengan OP,” ujar Ka’bil ditemui LICOM usai sidak, Rabu (01/06/2016).

Sedangkan harga kebutuhan pokok lainnya juga terus naik, mulai dari beras telur ayam harganya mencapai Rp 22 ribu per kg, bawang putih Rp 36 ribu per kg, bawang merah Rp 34 ribu per kg, minyak goreng Rp 12 ribu per liter, daging ayam potong Rp 34 per kg dan daging sapi Rp 110 ribu per kg.

Karena itu Ka’bil berharap sistem pelaksanaan OP diubah, yang semula hanya ditempatkan di pasar induk diubah menyasar ke pasar di setiap kecamatan atau desa. Sehingga OP bisa dinikmati langsung oleh masyarakat kecil yang memang membutuhkan subsidi menghadapi kenaikan harga kebutuhan bahan pokok ini.

“Catatan kami ya itu tadi, titik OP harus diperluas dan manajemen pelaksanaan OP harus diubah. Bisa saja justru OP ini diborong oleh pedagang yang dijual lagi ke pasaran dengan harga yang tetap tinggi,” imbuh politisi asal Fraksi PKB ini.

Ditambahkan, Anggota Komisi B Atika Banowati justru meminta OP dilakukan tak hanya untuk masyarakat tapi juga pedagang kecil. Hal ini dinilai perlu agar bisa cepat menstabilkan harga, sebab pedagang juga bisa mendapatkan harga beli yang rendah sehingga untuk menjual lagi ke konsumen harga bisa disesuaikan dengan program OP tersebut.

“Pedagang kecil diberikan harga operasi pasar, dengan begitu mereka menjualnya juga menyesuaikan dan ini bisa mempercepat penurunan harga kebutuhan pokok,” tegas Atika.

Selain Wakil Ketua Komisi B Ka’bil Mubarok dan Atika, sidak tadi juga diikuti oleh anggota Komisi B lainnya yakni H Rofik, Subianto dan Chusainudin. Mereka hanya meninjau pelaksanaan OP yang ada di Pasar Wonokromo dan dilanjutkan masuk ke dalam pasar untuk membandingkan harga kebutuhan bahan pokok lainnya.@sarifa