LENSAINDONESIA.COM: Rusia dan Kamboja baru-baru ini menandatangani kesepakatan untuk mengembangkan energi nuklir di Kerajaan Kamboja.

Keterangan pers dari FleishmanHillard Jakarta kepada LICOM, menyebutkan penandatanganan dilakukan antara BUMN Nuklir asal Rusia Rosatom dan Dewan Nasional Pembangunan Berkelanjutan Kamboja. Kedua negara menandatangani dua dokumen: MoU mengenai pembangunan Pusat Informasi Energi Nuklir di Kamboja dan MoU pembentukan kelompok kerja guna membahas pengembangan energi nuklir untuk tujuan damai.

“Kedua dokumen ditandatangani oleh Sergey Kirienko, Chief Executive Officer Rosatom, sebagai perwakilan dari Rusia, dan Sai Samal, Ketua Dewan Nasional Pembangunan Berkelanjutan Kamboja, sebagai perwakilan dari Kamboja,” jelas keterangan itu, Kamis (6/2/2016).

Penandatanganan kesepakatan ini disaksikan oleh Perdana Menteri Federasi Rusia Dmitry Medvedev dan Perdana Menteri Kerajaan Kamboja Hun Sen. Bulan Mei lalu, Hun Sen dan jajaran pemerintahan Kerajaan Kamboja melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia untuk menjajaki sejumlah potensi kerjasama antara kedua negara.

Kesepakatan mengenai Pusat Informasi Nuklir merupakan langkah penting untuk memperkuat kerja sama antara kedua negara dalam persetujuan publik tentang energi atom di Kerajaan Kamboja. Pusat Informasi ini direncanakan untuk menjadi wadah bagi berbagai kegiatan edukasi dan kultural yang dilakukan oleh masyrakat, yang ditujukan terutama untuk anak-anak dan pelajar.

Kegiatan di pusat informasi ini tidak akan bersifat komersil, namun akan difokuskan pada promosi pengembangan nuklir untuk tujuan damai. Di sini, masyarakat Kamboja bisa mendapatkan informasi dan pemahaman lebih baik tentang prinsip-prinsip energi nuklir, perspektif pengembangan energi nuklir dan industri nuklir nasional, dan juga memberikan informasi mengenai lapangan kerja d industri nuklir bagi generasi muda di sana.

Ada pun kesepakatan mengenai pembentukan Kelompok kerja akan memungkinkan kedua negara untuk mengadakan pertemuan rutin antara para ahli dari Rusia dan Kamboja untuk menentukan dan melaksanakan proyek bersama.

“Dengan ditandatanganinya MoU ini, maka Kamboja adalah negara ketiga di Asia Tenggara yang akan membangun PLTN untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri. Dua negara lain adalah Vietnam dan Laos, yang keduanya juga bekerjasama dengan Rusia,” pungkas keterangan pers tadi. @licom_09