LENSAINDONESIA.COM: Pelecehan seksual oleh bocah SMP di Sukabumi terungkap saat orang tua korban melapor ke Ketua RT setempat. Laporan ini atas keluhan korban kepada masing-masing orang tuanya.

Ketua RT, Ucok (41) menjelaskan pencabulan di Kampung Bugis, Desa Palasarihilir, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat berawal dari laporan empat warganya. Mereka melaporkan keluhan anaknya yang mengeluh sakit di bagian anusya.

“Seminggu lalu ada orangtua korban, dua wanita dan dua laki-laki laporan ke saya bahwa anaknya dicabuli AS. Saya berusaha menyelidiki laporan warga itu. Ternyata dari hari ke hari, sampai hari tadi (Jumat (17/6) totalnya ada 11 orang warga yang mengadu hal sama,” kata Ucok, Jumat (17/6/2016) malam.

Dari 11 korban pencabulan, dua di antaranya merupakan perempuan. Pelaku AS, 14, siswa kelas 2 SMP dengan korban berdomisili di kampung yang sama. Ucok sebenarnya sudah mempertemukan tersangka dengan orang tua korban. AS sendiri mengakui perbuatan cabulnya.

Khawatir menyulut amarah warga, pada Jumat sore, Ucok langsung melaporkan ke Kepala Desa Palasarihilir, Muhtar. Yang kemudian dibawa polisi ke mapolsek.

Hingga Jumat malam, dari sebelas baru empat orangtua korban yang menjalani pemeriksaan di Polsek Parungkuda. Sementara tersangka AS dibawa ke Polres Sukabumi di Pelabuhan @pkn/licom.