LENSAINDONESIA.COM: Timnas Argentina mengusung misi balas dendam saat bentrok lawan Timnas Chile dalam final Copa America Centenario di MetLife Stadium, Senin (27/6/2016) pukul 07.00 WIB.

Partai Final Copa America Centenario ini seperti mengulang duel final Copa America setahun lalu. Saat itu Timnas Chile yang bertindak sebagai tuan rumah sukses menumbangkan Timnas Argentina lewat drama adu penalti.
Tidak ingin kejadian itu kembali terulang di temnpat netral (Amerika Serikat), Timnas Argentina bakal tampil habis-habisan sejak menit awal untuk mengamankan gelar juara.

Namun ambisi tersebut sedikit terganjal dengan cederanya dua gelandang serang, Angel Di Maria dan Ezequiel Lavezzi. Praktis hanya tinggal Erik Lamela yang bisa dimainkan sebagai winger untuk menemani Higuain dan Messi di lini depan dalam formasi 4-3-3.

Untuk menguasai lini tengah, duo gelandang petarung Mascherano dan Banega akan membantu Fernandez mengalirkan bola ke depan. Duet Ramiro Funes Mori dan Nicholas Otamendi diplot sebagai bek tengah disokong bek sayap Mercado dan Rojo di kdua sisi.

Sedangkan Timnas Chile yang sempat tersendat di awal ajang Copa America Centenario dipastikan bisa menurunkan skuad terbaiknya. Dengan skema 4-3-3, trisula Jose Fuenzalida, Eduardo Vargas, dan Alexis Sanchez akan menjadi pilihan utama di lini depan. Arturo Vidal yang absen pada babak semifinal karena hukuman kartu juga sudah bisa dimainkan. Untuk lini pertahanan, Gary Medel dan Gonzalo Jara akan diplot sebagai bek tengah.

Line up:
Argentina (4-3-3): Romero; Mercado, Funes Mori, Otamendi, Rojo; Mascherano, Fernandez, Banega; Lamela, Higuain, Messi

Chile (4-3-3): Bravo; Isla, Medel, Jara, Beausejour; Aranguiz, Vidal, Hernandez; Fuenzalida, Vargas, Sanchez