LENSAINDONESIA.COM: Kabar meninggalnya salah satu tahanan di Polda Jatim atas nama Etto Sutaye (49) asal Dusun Rejing Kulon, Kelurahan Rejing, Kecamatan Tiris, Probolinggo, dibenarkan Polda Jatim.

Melalui Kabid Humas Kombes Pol Argo Yuwono, Polda Jatim membenarkan tahanan tersebut meninggal akibat sakit pada Kamis (23/6/2016). Menurutnya, tahanan yang diduga terlibat kasus pembunuhan itu sempat dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara pada Sabtu (25/6/2016) pukul 17.00 WIB, namun nyawanya tetap tak tertolong. “Iya benar ada tahanan meninggal karena sakit. Sempat mendapat perawatan di rumah sakit namun tak tertolong,” jelasnya, Minggu (26/6/2016) kepada Lensa Indonesia.

Namun, sampai saat ini belum dijelaskan lebih detail tentang status dan penyebab meninggalnya tahanan yang menurut informasi titipan dari Polres Probolinggo itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lensa Indonesia, tahanan itu ditangani Dit Reskrimum Polda Jatim terkait kasus pembunuhan. Namun, sampai saat ini belum ada keterangan resmi terkait status tahanan tersebut apakah sudah ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

Perlu diketahui, Etto Sutaye yang ditangkap dalam kondisi sehat pada 27 Mei 2016 lalu, kini dipulangkan sudah menjadi mayat setelah ditangkap petugas Polres Probolinggo. Keluarga menganggap kematiannya tak wajar sehingga mendesak polisi memberi penjelasan terkait meninggalnya korban dalam sel tahanan Polda Jatim.

Berita kematian Etto Sutaye diterima keluarga korban pada Jumat (24/6/2016). Keluarga tidak diberitahu sebab-sebab meninggalnya korban, namun Kades setempat mendapat pemberitahuan lewat SMS dari nomor tak dikenal yang menyatakan korban dalam kondisi koma tak sadarkan diri. Hal itu langsung diinfokan ke keluarga Etto Sutaye.

Kesokan harinya, pihak keluarga diminta polisi datang ke Surabaya untuk menjemput jenazah. Dalam perjalanan, keluarga korban atas nama Kholil disodori surat pernyataan dilakukan otopsi terhadap jenaah Etto Sutaye.

Setibanya di rumah pada Minggu (26/6/2016), jenazah korban disambut isak tangis keluarganya. Salah satu kerabat korban menuturkan bahwa semasa hidup Etto Sutaye tidak pernah berbuat yang macam-macam seperti yang dituduhkan polisi. Pihak keluarga juga menyangkal bila korban yang sehari-hari mencari nafkah dari mencari bekicot itu dinyatakan dituding sebagai pelaku pembunuhan di wilayah Tegal Siwalan Probolinggo beberapa waktu lalu.

Melalui kuasa hukumnya Andy Faizal SH, keluarga Etto Sutaye saat ini berupayamencari keadilan untuk almarhum. “Kami sangat menyayangkan penangkapan terhadap almarhum tanpa surat-surat yang jelas sehingga terkensa oknum polisi ini bekerja tidak sesuai dengan KUHAP. Orang diambil sehat lalu dipulangkan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” seru Andy Faizal.

Pihaknya sebagai kuasa hukum akan menuntut pertanggungjawaban Polda Jatim yang dianggap lalai sehingga korban meninggal dalam tahanan. “Kalau memang yang dituduhkan adalah pasal 340 tentang pembunuhan, lalu kini apakah polisi berani menerapkan pasal yang sama dengan yang dialami korban,” tantangnya.

Yang perlu digarisbawahi, sampai saat ini Polda Jatim yang dikonfirmasi melalui Kabid Humas Kombes Pol Argo Yuwono, masih belum bisa menjelaskan Etto Sutaye ditangkap dan ditahan dalam kasus apa. Bahkan pihaknya juga tak bisa merinci apakah kasus yang bersangkutan itu ditangani POlda Jatim atau Polres Probolinggo. “Yang jelas, diduga tahanan itu menderita sakit pencernaan dan sempat tidak mau makan selama dua hari dalam sel,” pungkasnya. @iwan