Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Rencana Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya untuk mewujudkan revitalisasi area makam Sunan Bungkul Surabaya menjadi salah satu wisata religi, mendapat dukungan dari Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.

Wakil Gubernur Jawa Timur sebagaimana siaran pers NU Surabaya, Selasa (28/6/2016), menegaskan hal itu dihadapan sekitar seribu jamaah Nahdliyin Kota Surabaya saat memperingati malam Nuzulul Qur’an di Taman Bungkul Surabaya, Senin malam (27/6/2016).

Menurut Gus Ipul –sebutan akrab Saifullah Yusuf– bahwa area makam Sunan Bungkul yang berada ditengah-tengah Kota Surabaya layak untuk dikembangkan menjadi salah satu wisata religi di Jawa Timur.

Hal itu, lanjutnya, karena ziarah ke makam Wali saat ini sudah menjadi gaya hidup masyarakat di perkotaan.

“Ziarah ke makam para Wali dan Ulama sudah menjadi Life Style atau gaya hidup masyarakat perkotaan untuk mencari ketenangan,“ kata Gus Ipul.

Gus Ipul menambahkan bahwa bukti ziarah makam ke para Wali sudah menjadi gaya hidup adalah semakin banyaknya peziarah yang mengunjungi makam Sunan Ampel Surabaya yang tidak hanya dari kalangan Nahdliyin, tapi juga dari beragam masyarakat Kota.

“Bukti bahwa ziarah ke makam para wali sudah menjadi life style, makam Sunan Ampelpengunjungnya semakin banyak hingga mencapi 3 Juta tiap bulan, dan dari beragam masyarakat,“ ungkapnya.

Menurutnya, banyak sekali tempat wisata di Jawa Timur yang dikunjungi, mulai dari wisata alami maupun wisata buatan. Diantaranya, di Kota Batu dengan tujuan untuk mencari ketenangan. Namun, pada sebagian masyarakat Kota juga punya cara tersendiri dalam mencari ketenangan dengan mengunjungi wisata religi makam para wali dan hal ini tidak boleh dianggap bid’ah.

“Tempat untuk mendapakan ketenangan terletak dimana saja, dan hal itu menjadi pilihan mereka masing-masing, tidak perlu dituduh bid’ah,” tegas Gus Ipul.

Peringatan Nuzulul Quran Nahdlatul Ulama Kota Surabaya berlangsung meriah dengan sembilan Qori dan Qoriah terbaik dari Jawa Timur. Malam peringatan itu juga
menampilkan gema Sholawat Nabi oleh Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Nahdlatul Ulama Kota Surabaya dan Group Al Banjari. Selanjutnya, ceramah Nuzulul Quran disampaikan KH Sholeh Sahal LC. @licom