Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Mobil Sapu Angin ITS didiskualifikasi dari ajang DWC
EDUKASI

Mobil Sapu Angin ITS didiskualifikasi dari ajang DWC 

LENSAINDONESIA.COM: Perjuangan tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membangun ulang Mobil Sapu Angin ITS akhirnya kandas. Panitia EcoShell Marathon Challenge Divers World Championship (DWC) memdiskualifikasi juara Asia Pasifik itu lantaran mengalami banyak perubahan. (major challenge).

Kegagalan melaju di lintasan Queen Elizabeth Olympic Park, London disampaikan Witantyo M.Eng.Sc., dosen pembimbing yang ikut mendampingi tujuh mahasiswa anggota tim Sapu Angin, Minggu (3/7/2016).

“Kami telah melaporkannya kenyataan ini ke Pak Rektor dan Rektor telah mengirim surat untuk meminta penjelasan detail terhadap kasus yang menimpa tim ITS,” katanya.

Padahal sehari sebelumnya, mobil yang telah mengalami banyak perubahan setelah sebelumnya terbakar, dinyatakan lolos dalam pemeriksaan teknis dan mendapatkan kesempatan untuk layak jalan (valid run).

Dalam kesempatan uji coba lintasan pun Sapu Angin berhasil melakukan dua putaran. Dalam dua race itu masing-masing berhasil mencatatkan angka 176 km per liter dan 183 km per liter dalam konsumsi bahan bakar. Uji coba lintasan ini dilakukan agar bisa lolos dalam kualifikasi.

Dalam suratnya Rektor ITS, Prof Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD., meminta penjelasan terhadap apa yang telah menimpa tim Sapu Angin, yang dinilainya diperlakukan tidak adil.

“Mobil kami memang terkena musibah terbakar, dan dengan semangat yang tinggi mahasiswa telah berhasil mewujudkannya kembali dalam segala keterbatasan, sekaligus telah mengalami uji lintasan sebanyak dua kali. Jika kemudian hasil akhirnya tetap tidak bisa ikut race, mohon disampaikan dan diinformasikan dengan baik kepada kami alasan-alasan terhadap keputusan itu,” tulis surat Rektor.

Joni Hermana perlu menyampaikan surat itu agar semangat juang yang telah ditunjukkan mahasiswa tidak pupus. Karena itu alasan yang rasional, kenapa Sapu Angin tidak diperbolehkan melaju diperlukan, sebagai bahan pembelajaran jika dikemudian hari ada lomba serupa digelar.

Baca Juga:  JAPFA Comfeed ekspor 40 ton pakan ternak ke Timor Leste

Meski begitu, apapun hasilnya tim Sapu Angin sudah menunjukkan yang terbaik. Mampu dalam waktu singkat dan bekerja dalam tekanan yang luar biasa, mewujudkan kembali mobil Sapu Angin dari sisa-sisa material mobil yang terbakar. “Kami tetap mengapresiasi dan Sapu Angin sudah menjadi juara,” kata Rektor.@licom