Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Atlet atletik Rusia dilarang bertanding dalam Olimpiade 2016 terkait skandal doping. Badan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) telah meneguhkan putusan Federasi Atletik Internasional (IAAF) sebelumnya yang sudah mengeluarkan larangan serupa.

IAAF mengatakan menemukan bukti jika atlet melakukan doping yang disponsori oleh pemerintah. Komite Olimpiade Rusia (ROC) melawan putusan tersebut namun setelah menyaksikan bukti yang ada maka CAS mengambil keputusan sama. “CAS menolak klaim dari Russian Olympic Committee and 68 atlet Rusia,” kata statemen CAS.

“Panel di CAS mengonfirmasi jika seluruh atlet atletik Rusia tidak bisa berpartisipasi karena tak memenuhi aturan IAAF,” kata.

IAAF menyambut gembira putusan CAS dan mengatakan ini menciptakan persaingan yang adil. “Ini bukan putusan kemenangan. Saya disini bukan untuk melarang melarang atlet untuk berkompetisi,” Presiden IAAF Sebastian Coe.

“IAAF akan melanjutkan kerjasama dengan Rusia untuk menciptakan lingkungan yang bersih bagi atlet sehingga federasi dan tim bisa kembali ke kompetisi internasional,” imbuhnya.

Di luar putusan larangan, IAAF membuka kemungkinan atlet Rusia untuk berkompetisi sebagai atlet netral jika memenuhi kriteria. Yaitu pelari 800 meter Yuliya Stepanova dan atlet lompat jauh Darya Klishina untuk bertanding di Rio.

Atlet atletik Rusia sendiri sudah dilarang tampil di ajang internasional sejak November tahun lalu setelah komisi independen dari WADA menemukan bukti bahwa aksi doping disponsori oleh pemerintah.

Terpisah, Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC) mempertimbangkan untuk melarang seluruh atlet Rusia untuk bertanding di Olimpiade Rio menyusul adanya laporan baru tentang dukungan negara terhadap doping. Pasalnya, laporan susulan WADA pada Senin kemarin mengungkap bukti negara mendukung doping secara sistematik dan meluas sebelum dan pada Olimpiade Sochi 2014 lalu. @licom