Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Di Jakarta, 56% orang tua tak awasi aktivitas jajan anak
Ilustrasi jajan. (ISTIMEWA)
CANTIKA

Di Jakarta, 56% orang tua tak awasi aktivitas jajan anak 

LENSAINDONESIA.COM: Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional, Qraved melakukan survei kepada 1,587 orang tua di Jakarta tentang kesadaran mereka terhadap makanan yang dikonsumsi anak (5 – 16 tahun) saat berada di luar rumah. Berdasarkan survei tersebut, sebanyak 56% orang tua mengaku membebaskan anak mereka untuk jajan apa saja yang mereka mau saat berada di luar rumah karena kesibukan kerja yang harus mereka jalani.

Sebanyak 82% orang tua menyatakan bahwa mereka memberikan uang jajan sebesar Rp50 ribu kepada anak mereka dalam sehari. Kemudian 9% orang tua memberikan uang jajan sebanyak Rp100 ribu dalam sehari, dan sisanya hanya 5% orang tua memberikan uang jajan sebesar diatas Rp100 ribu dan 4% saja yang memberikan uang jajan kurang dari Rp50 ribu.

Mengontrol asupan makan anak saat berada di luar memang tidak mudah. Berbagai upaya dilakukan orang tua agar anak mereka tidak makan sembarangan. Sebanyak 62% orang tua membawakan bekal kepada anak mereka, setelah itu 30% orang tua mengurangi jumlah uang jajan anak, kemudian 6% orang tua antar jemput anak mereka di sekolah dan terakhir hanya 2% orang tua meminta guru di sekolah untuk melakukan pengawasan.

Hal tersebut namun tidak lantas membuat anak kapok untuk mengkonsumsi makanan yang sehat bagi tubuh. Faktanya sejumlah 45% anak setidaknya 3 kali jatuh sakit dalam jangka waktu satu tahun karena jajan sembarangan. 22% anak jatuh sakit 2 kali dalam setahun, 15% anak 1 kali jatuh sakit dalam setahun, 4% anak jatuh sakit 4 kali dalam setahun, dan terakhir ada 4% anak jatuh sakit 5 kali jatuh sakit dalam setahun. Hanya 10% orang tua yang mengaku bahwa anak mereka tidak pernah sakit karena jajan sembarangan.

Baca Juga:  Rhenald Kasali : "CEO harus paham, disrupsi lebih mudah diatasi ketimbang resesi!"

“Orang tua memegang peranan penting terhadap jenis makanan yang dikonsumsi oleh anak. Ada baiknya orang tua mulai mencari tahu apa yang dikonsumi anak saat di luar rumah, memberikan edukasi tentang makanan sehat kepada anak, dan menjadi lebih kreatif untuk mengolah makanan di rumah,” kata Qraved mengakhiri siaran persnya, Sabtu (23/7/2016).