Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Sekjen UCLG ASPAC: Women Mayors Forum dorong perempuan tampil menjadi pemimpin
WOMEN MAYORS FORUM: Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini foto bersama dengan para wali kota perempuan dari berbagai negara. Foto: Iwan-lensaindonesia.com
HEADLINE CANTIKA

Sekjen UCLG ASPAC: Women Mayors Forum dorong perempuan tampil menjadi pemimpin 

LENSAINDONESIA.COM: Sekretaris Jenderal United Cities and Local Government Nations Asia Pacific (UCLG ASPAC) Bernadia Irawati Tjandradewi mengatakan, jumlah pemimpin perempuan di Indonesia masih sangat sedikit.

Menurutnya, dari sekitar 500 kabupaten/kota di Indonesia, jumlah perempuan yang menjabat sebagai bupati/walikota tidak lebih dari 20 orang.

“Jumlah itu sangat sedikit. Itu sangat kurang sekali,” ujar saat memberi sambutan dalam acara Women Mayors Forum (Forum Wali Kota Perempuan) di lantai VI kantor Pemkot Surabaya, Minggu (24/07/2016).

Karena itu, ia berharap melalui melalui Women Mayors Forum ini, akan tercipta letupan semangat bagi perempuan agar tergerak untuk tampil menjadi pemimpin.

Kata Bernardia, tampilnya pemimpin perempuan tidak sekadar karena gender, tetapi memang memiliki kedekatan dengan masyarakat dan harus melawan politik uang.

“Harapan kami, dengan adanya forum ini, akan ada lebih banyak perempuan yang terinspirasi dan termotivasi untuk menjadi pemimpin. Apakah itu menjadi walikota/bupati atau DPRD. Dan itu bisa dimulai dari level RW. Yang penting harus dekat dengan masyarakat,” katanya.

Bernadia juga memberikan apresiasi kepada Walikota Surabaya yang telah mengemas acara itu. Menurutnya, pengemasannya sangat luar biasa.

She check everything last night. Itu menurut saya luar biasa. Ini kesempatan saya mengucapkan terima kasih,” sambung Bernardia.

Semantara itu, Wali kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan, melalui Women Mayors Forum, ada banyak wawasan baru yang bisa didapat. Utamanya yang disampaikan wali kota dari negara-negara Afrika dan juga di Asia Pasifik.

Diantaranya tentang kuota perempuan dalam parlemen. Di Afrika, kuota perempuan di parlemen mencapai 50 persen. Sementara di sini masih 30 persen.

“Kita juga tahu, di Afrika, mereka membentuk forum wali kota perempuan. Mereka bisa share masalah-masalah kota, serta bersama-sama mencarikan jalan keluar untuk menghadapinya,” ujar wali kota.

Baca Juga:  Wali Kota Sutiaji: Satu RW one hafidz Al Quran

Kegiatan ini yang diikuti oleh wali kota-wali kota/pemimpin perempuan dari berbagai negara di dunia.

Acara yang dikemas dialog semi talk-show dan berlangsung selama tiga jam tersebut, terbagi dalam dua sesi panel. Setiap sesi tampil tiga panelis.

Di sesi pertama, tampil Wali Kota Surabaya, Wali Kota Sorsogon (Filipina) Sally Ante-Lee dan Wali Kota Sebrang Perai (Malaysia) dengan moderator Dr Aisa Kacyira, Deputi Executive Director UN Habitat. Lalu di sesi kedua, tampil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Wali Kota Fianarantsoa (Madagaskar), Irma Juliandres dengan moderator Erna Witoelar, vice chair kemitraan Habitat.@wan