LENSAINDONESIA.COM: Sebuah balon udara terbakar setelah menabrak kabel listrik dan jatuh di tanah. Kecelakaan menyebabkan 16 orang tewas dan menjadikannya sebagai peristiwa paling mematikan.

The Federal Aviation Administration mengatakan kecelakaan terjadi pukul 07.40 waktu setempat di Lockhart, sekitar 50 kilometer dari ibukota Texas, Austin.

Sherrif Caldwell County menyatakan 16 orang diyakini tak selamat dari kecelakaan tersebut dan dikonfirmasi Departemen Kesehatan Publik Texas, kata Reuters.

Warga setempat, Margaret Wylie mengatakan dia mendengar seperti ada suara tembakan. “Saya pergi keluar dan melihat balon api.”

Komite Keselamatan Transportasi Nasional masih belum melansir penyebab kecelakaan dimana saat insiden terjadi cuaca sangat cerah. Juru bicara ErikEri Grosof mengatakan tim dari komite keselamatan dan FBI masih menyelidiki kecelakaan ini.

“Kehadiran FBI adalah hal biasa jika ada kecelakaan besar,” kata Grosof.

Grosof mengatakan balon udara itu dioperasikan Heart of Texas Hot Air Balloon Rides, perusahaan yang melayani area Austin, Houston and San Antonio. Salah satu korban tewas diduga pilot balon udara Skip Nichols.

Juru Bicara Federasi Balon Udara Amerika Utara, Jeff Chatterton mengatakan kecelakaan itu paling buruk. “Ada ribuan balon udara terbang tiap tahun dan ini kecelakaan tragis tapi juga unik,” katanya.

Lebih dari 150 perusahaan balon udara beroperasi di Amerika Utara. Lockhart sendiri dikenal dengan restoran berbekyu terbaik.

Tiga tahun lalu, 19 turis kebanyakan dari Asia dan Eropa tewas dalam kecelakaan balon udara di Luxor, Mesir. Setahun sebelumnya, kecelakaan serupa di New Zealand menewaskan 11 orang penumpangnya.@licom