Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, merancang sanksi tegas bagi siswa yang masih nekat berangkat sekolah menggunakan motor, dengan menyiapkan hukuman berupa tak naik kelas.

“Sanksi terberat, tidak naik kelas,” ujar Dedi Mulayadi usai mengunjungi SMKN 1 Purwakarta, Senin (1/8/2016).

Sebelum jatuhnya sanksi berat berupa tak naik kelas, siswa yang membawa motor ke sekolah akan diberikan surat peringatan satu hingga ketiga. Tapi jika masih bandel, maka sanksi berikutnya adalah siap-siap tidak akan naik kelas.

Sanksi tegas ini untuk mengantisipasi kasus tragis yang dialami Fitra Gema Ramadan (16). Fitra menabrak lima orang penyeberang jalan. Satu korban bahkan meninggal, yakni Vivilia Apidah (6) siswi kelas 1 SDN Sukajaya 2.

Untuk mengoptimalkan kebijakan tersebut, Bupati Purwakarta akan mengirimkan surat edaran ke tiap sekolah. “Sanksi bukan hanya diberikan pada siswa. Orang tua juga akan mendapatkan teguran. Begitupun sekolah akan mendapatkan sanksi,” sambung Dedi Mulyadi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto, menambahkan bila ada guru yang tidak mengindahkan aturan ini maka juga terancam sanksi, yakni penundaan kenaikan pangkat. “Guru yang tak patuh dan tidak menegakkan aturan ini juga diancam sanksi berat,” tambahnya. @andiono