LENSAINDONESIA.COM: Asmungi Zaini kembali ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Tulungagung, setelah meraih suara terbanyak dalam voting yang digelar melalui Musyawarah Daerah (Musda) ke IX pada Senin (01/08/2016).

Proses pemilihan ketua DPD II Partai Golkar Tulungagung ini berlangsung cukup ketat. Asmungi yang menjadi calon incumben harus bersaing dengan dua kandidat lainya yaitu Gunarto anggota DPRD Tulungagung, dan Achmad Djadi untuk merebut simpati dari 19 suara dari Pengurus Kecamatan (PK) organisasi sayap partai.

Hasil voting, Asmungi meraih 12 suara, Gunarto tujuh (7) suara, sedang Djadi tidak mendapat suara sama sekali. Berdasarkan hasil tersebut pria asal Desa Suruan Lor, Kecamatan Bandung itu disepakati menjadi Ketua DPD II Golkar Tulungagung periode 2016-2021 untuk yang kedua kalinya.

“Kami akan mengemban amanah dan mengembalikan kejayaan Partai Golkar. Kami akan merangkul semua golongan di Kabupaten Tulungagung. Demi kamajuan dan kejayaan partai untuk mensejahterahkan rakyat di Tulungagung,” kata Asmungi saat menerima bendera partai dari Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Nyono Suharli sebagai simbol mandat kepemimpinan.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur (Jatim), H Nyono Suharli Wihandoko meminta kepada Asmungi serta para kader Golkar Tulungagung menjalankan organisasi dengan baik.

“Ketua terpilih harus mampu merangkul semua kader. Demi memajukan dan mengembalikan kejayaan partai. Semua kader Golkar khususnya di Jawa Timur harus rukun, kompak, serta berperan aktif membangun komunikasi yang baik,” pesannya.

Ia menambahkan silaturahmi dan komunikasi yang baik tidak hanya dengan satu golongan, namun harus juga menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, tokoh masyarakat, maupun dengan sesama kader.

“Rekonsiliasi bukan hanya terjadi di pusat tapi juga di daerah, khususnya daerah kabupaten, kecamatan, hingga ke desa-desa. Seluruh kader partai harus bekerja keras demi kebesaran dan kejayaan partai. Seluruh kader harus saling menghormati, perbedaan jangan dijadikan pemecah belah. Siapapun yang terpilih sebagai ketua DPD harus mengutamakan persatuan dan kesatuan, harus bisa merangkul seluruh kader, golkar harus bersatu dan solid,” pesan Nyono.@Obi