LENSAINDONESIA.COM: Kayapan Satya Darshan, penemu Dalethyne gandeng Tim Imunologi Unair luncurkan produk Dermozone yang dipercaya tanggulangi infeksi Nosocomial yang kini jadi musuh bersama di Rumah Sakit seluruh dunia.

Penelitian yang menurut pemaparan Kayapan Satya Darshan di mulai sejak 16 tahun lalu ini, merupakan hasil karya yang berasal dari buah zaitun.

Infeksi Nosokomial sendiri merupakan infeksi yang didapat di rumah sakit saat rawat inap, rawat jalan atau saat berkunjung kerumah sakit. Indikasi penyakit yang disebabkan oleh kuman nosokomial diantaranya, infeksi saluran kemih, penyakit infeksi aliran darah, pnumonia dan infeksi pada luka operasi.

Infeksi Nosokomial ini termasuk salah satu penyebab Kematian terbesar pada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit. Namun sayangnya, menurut pemaparan Dr.dr. Agung Dwi Wahyu Widodo, MSI (Koordinator Pascasarjana Prodi Imunologi Unair) hal ini belum dibuktikan dengan data akurat sebab banyak rumah sakit merahasiakan datanya.

Menurut catatan WHO tahun 2016, di negara maju tercatat 7 kasus dari 100 penderita yang masuk rumah sakit terkena nosokomial, sedangkan di negara berkembang terdapat 10 kasus dari 100 pasien yang ada di rumah sakit.

Sementara di tahun 2013, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa lebih dari 20% dari infeksi Nosokomial terjadi di Ruang ICU dan menjadi penyebab utama Kematian pada pasien khususnya yang terbaring di ICU.

“Sehingga hasil riset ini diharapkan dapat menyelamatkan lebih banyak hayat hidup manusia di Dunia. Karena permasalahan ini tidak hanya terjadi di negara kita saja, tetapi jg di seluruh Dunia.” ungkap Dr.dr. Agung Dwi Wahyu Widodo, MSI, Koordinator Program Studi Imunologi, Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Airlangga kepada Lensaindonesia.com, Selasa (03/08/2016).

Produk Dermozone untuk sementara masih berbentuk obat oles dan cair untuk pemakaian luar. Untuk sementara, bisa dibeli dengan harga Rp. 330.000,-/ 40 gr (padat) dan Rp. 420.000,- untuk yang cair. Tim mengharapkan Kerjasama dari pemerintah agar harga jual bisa di tekan dan manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak orang.

Sementara itu, Prof. DR. Sri Iswati, SE, MSI mengungkapkan, terutam dari semua itu adalah zat aktif dalethyne ini ditemukan oleh anak bangsa Indonesia, bernama Kayapan Satya Darshan. Diuji oleh anak bangsa Indonesia, pada program studi Imunologi, Sekolah Pascasrjana Unair, satu-satunya program Pascasarjana imumologi di Indonesia.

“Kami yakin, hasil riset ini akan memberikan social impact secara global terutama di bidang Kedokteran”, paparnya.

Keunggulan dalethyne terletak pada kemampuan membunuh MRSA (methicilin-resistant Staphylococcus Aureus), ESBL ( Extended Spectrum Beta Lactam), KPC (Klebsiella Pneumoniae Carbapenamase) serta Candida (jamur pada luka).

Dibanding Vaselin, Sibro dan Gentamicin, dalethyne lebih unggul dalam proses repair epitelialisasi dan poloferasi fibroblast.

Kayapan Satya Darshan menjelaskan, Mesin yang ia ciptakan mampu memecah kandungan Minyak zaitun menjadi 4 zat baru. Kandungannya terpecah menjadi Peroksida, Anisidine, iodine, dan aldehyde yang kemudian ia sebut dalethyne.

“Kami akan terus melakukan penelitian lanjutan untuk memberikan solusi pada berbagai permasalahan di dunia Kedokteran saat ini dan mendatang. Penelitian ini sebenarnya karena Ibu saya meninggal sebab serangan jantung dan terinspirasi dari cara kerja ozon yang pernah dokter berikan untuk pasien jantung” pungkas Kayapan.@Retha