LENSAINDONESIA.COM: Ngobrol masalah kuliner, ada sebagian bahkan banyak orang yang lebih memilih makanan dengan menu ala rumahan dibanding menu penganan modern. Kali ini ada rumah makan yang menyajikan menu masakan rumahan dengan bentuk instan. Rumah Makan Nyonya Atha, mengusung konsep sajian kuliner dalam kemasan unik yang dibekukan.

Atha (50), selaku owner usaha kuliner tersebut mengatakan, konsep makanan beku ini sebnarnya sudah ia lakukan 12 tahun yang lalu saat menangani layanan catering. Berawal dari beberapa menu  makanan cateringnya, namun di sela-sela kesempatan ia berpikir untuk mencoba menggunakan sistem beku hampir semua menu catering yang ia buat. Alhasil, disamping ia mempelajari dari sisi kesehatan sekaligus berkonsultasi pada beberapa ahli makanan, nyatanya makan yang dibekukan tersebut lebih aman dibanding dipanaskan. Sebab makanan jika dalam keadaan beku, maka kondisi tersebut mampu menekan penyebaran bakteri merugikan pada makanan tersebut.

“Dari 37 menu masakan rumahan yang disajikan kepada pelanggan, kami selalu menyimpan masakan yang komplit dengan kuah dan bumbu di dalamnya dalam suhu penyimpanan di bawah 18 derajat celcius. Dan dari pengalaan sebelum menjalankan bisnis ini, saya sudah mencoba ketahanan makanan frozen tersebut mampu bertahan hingga 6 bulan tanpa bahan pengawet,” ujar Atha kepada Lensaindonesia.com di Marvell City Mall Surabaya, Jumat (06/08/2016).

Dari kapasitas produksi, lanjut Atha, pihaknya mampu menghasilkan 1000 bungkus Sup Merah yang kebetulan menu andalannya dalam waktu sebulan. Itupun hanya dikerjakan oleh 30 orang juru masak. Untuk penjagaan kualitas rasa, Ny Atha sendiri yang harus mengawasi proses masak hingga makanan sudah siap disajikan.

“Memang percaya tidak percaya, kendati masalan tersebut sudah dikerjakan dengan resep yang benar itu pun belum enjamin rasa juga optimal. Sebab menurut saya, masakan lezat atau tidaknya itu bergantung dari tangan si pengolah makanan tersebut. Dan resep yang diterapkan dalam usaha ini, hal itu sudah kami dapatkan semenjak saya di usia sekolah,” papar Atha.

Ia menambahkan, dari sisi benefit, rumah makan ini sudah menghasilkan Rp 1,5 hingga Rp 3 juta perhari. Bahkan, ia menargetkan mampu mencapai Rp 3 juta perhari di bulan ini. Sebab banderol kuliner yang ia tawarkan hanya berkisar Rp 25.000 hingga Rp 50.000, dengan demikian Ny Atha sangat optimis mencapai target minimal 3juta.

“Yang terpenting bagi kami untuk menjalani bisnis ini agar sukses, maka pertahankan kualitas rasa. Sebab untuk mempertahankan kualitas lebih susah dbanding menciptakan yang baru. Kami yakin konsep bisnis ini bakal dicari oleh netizen, terutama bagi mereka yang memiliki rutinitas tinggi, anak kos, dan lainnya,” pungkas Atha.

Adapun stand Rumah Makan Nyonya Atha tersebut ada di Grand City Mall, Pasaratom, Mall Ciputra World dan Marvell City Surabaya.@Eld-Licom