LENSAINDONESIA.COM: Center for Budget Analysis (CBA) menilai, lelang pengadaan Fasilitas Alat Peraga Olahraga Pendidikan di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tahun 2016 Rp73.088.761.000 berpotensi merugikan negara.

Sebab, panitia lelang memenangkan salah satu peserta lelang yang mengajukan penawaran terlalu tinggi PT Aliyah Sukses Makmur.

Dalam lelang tersebut, perusahaan yang beralaman di Gedung Perkantoran Melly, Jl KH. Abdullah Syafei Blok A No.17 kelurahan Kebun Baru kecamatan Tebet Jakarta itu mengajukan penawaran sebesar Rp 72.357.507.915.

Sedangkan empat perusahaan peserta lalang yang menawarkan harga lebih rendah (murah) seperti PT Yasarah Karya Utama, sebesar Rp 50.906.550.000 dikalahkan begitu saja.

“Pemenang yang dipilih malah perusahaan menawarkan harga lebih tinggi dan mahal,” kata Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, di Jakarta, Rabu (10/08/2016).

Ucok mengungkapkan, bila proyek pengadaan Fasilitas Alat Peraga Olahraga Pendidikan jadi dikerjakan oleh PT Aliyah Sukses Makmur dengan nilai kontrak Rp 72.357.507.915, maka akan ada potensi kerugian negara sebesar Rp 21.450.957.915.

Oleh karenanya, lanjut Uchok, CBA meminta kepada DPR untuk segera mendorong Menteri Pemuda dan Olahraga untuk membatalkan lelang fasilitasi alat peraga Olahraga Pendidikan tersebut.

Uchok menambahkam, jika lelang fasilitasi alat peraga olahraga pendidikan tidak dibatalkan, maka permasalahan atau indikasi penyimpangan akan terulang lagi seperti pada tahun 2015. Dimana saat itu adanya potensi kerugian negara melalui modus lelang, setelah dari modus perjalanan dinas di kementerian yang merugikan negara Rp 1.488.375.773.

“Anehnya, kerugian negara ini sepertinya dianggap biasa-biasa saja oleh pihak kementerian, seperti hal yang wajar gitu,” ujar kritik Uchok.@dg