Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
PT PJB kembangkan pembangkit listrik dari rumput laut
Direktur PT PJB Iwan Agung Firstantara. Foto: Sarifa-lensaindonesia.com
EKONOMI & BISNIS

PT PJB kembangkan pembangkit listrik dari rumput laut 

LENSAINDONESIA.COM: Anak perusahaan PT PLN Persero, yakni PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) berkomitmen meningkatkan kebutuhan energi listrik masyarakat.

Selain mengembangkan pembangkit berbahan bakar energi primer, PT PJB juga mengembangkan energi terbarukan (renewable energy). Salah satunya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dari rumput laut.

Direktur PT PJB Iwan Agung Firstantara mengungkapkan, dalam mewujudkan PLTBg berbahan rumput laut pihaknya telah bekerja sama dengan Universitas Diponegoro Semarang untuk melakukan riset yang diperkirakan akan memakan waktu sekitar 8 bulan ke depan. Rencananya, PLTBg itu bakal dibangun di Amurang, Minahasa Selatan.

“Riset PLTBg rumput laut di Amurang sudah mulai dilaksanakan. Ini juga sudah disepakati oleh pemerintah, kami menarget proyek ini bisa beroperasi tiga tahun lagi yaitu tahun 2019,” katanya pada LICOM, Kamis (11/08/2016).

Menurutnya pengembangan PLTBg rumput laut sudah sangat sesuai dan memenuhi kriteria yang dibutuhkan. Apalagi pemilihan lokasi di Amurang juga disesuaikan dengan banyaknya spesies rumput laut yang tumbuh disana. Bahkan banyak ditemukan jenis rumput laut yang memiliki kandungan metan yang sangat tinggi dan cocok untuk pembangkit listrik.

“Rumput laut sebagai sumber energi pembangkit diolah oleh mesin hingga menghasilkan gas, dan gas tersebut kemudian dijadikan bahan bakar untuk menggerakan turbin,” tegas dia.

Tak hanya itu, lokasi laut di Amurang juga memiliki kedalaman yang bagus sehingga bisa dikembangkan secara bertingkat. “Pemerintah daerah setempat juga sangat mendukung, dan proyek ini sudah masuk dalam rencana strategi pengembangan daerah,” tambahnya.

Dalam tahap awal ini investasi yang sudah digelontorkan untuk tahun 2016 mmencapai Rp 3 miliar. Nantinya, lanjut Iwan, jika proyek ini sudah beroperasi dan berhasil, maka PJB terlebih dahulu akan mematenkannya. Kemudian memperluas pengembangan PLTBg rumput laut di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga:  Ini komentar Mentan terkait Indonesia akan barter sawit dengan beras dan gula dari India

Proyek tersebut akan dikembangkan di berbagai daerah dengan melihat kesesuaian lautnya, dan bukan dari tingkat kebutuhan listrik daerah tersebut. “Kami juga telah melakukan survei di Sumenep apakah laut disana juga cocok untuk pengembangan PLTBg rumput laut ini,” paparnya.

Ditambahkan, produksi listrik dari energi baru terbarukan (EBT) saat ini mencapai sebesar 1.500 MW dari total 7.039 MW produksi listrik yang berhasil diproduksi PJB di 8 lokasi, atau sebesar 21 persen dari total produksi listrik.

“Lima tahun ke depan, kontribusi EBT ditargetkan bisa mencapai 2.500 MW atau 25 persen dari total produksi listrik, dan beberapa proyek saat ini sedang digarap, seperti PLTA Batang Toru sebesar 510 MW, dan yang sudah dibangun adalah PLTMG Bawean sebesar 3 MW. Serta energi surya sebesar 1 MW di Cirata,” tandas Iwan.@sarifa