LENSAINDONESIA.COM: Tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof Marwah Daud Ibrahim Ph.D, menyatakan amat meyakini Nusantara ini akan menapaki puncak kejayaan sebagai mercusuar dunia. Bahkan, usai mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo yang diikuti ribuan santri dari seluruh penjuru Indonesia, Rabu (17/8/2016), Marwah Daud menegaskan Indonesia di masa depan harus menjadi pusat dan pemimpin peradaban dunia.

“Sebagai bangsa memang kita harus punya impian dan target yang terukur. Kalau tidak, dalam perjalanannya bukan hanya mendaki tapi terkadang stuck dan bahkan turun. Sejak beberapa tahun lalu saya selalu mengajak teman-teman dan tokoh-tokoh bangsa untuk melihat dengan visi seperti apa Indonesia ke depan. Dan saya selalu mengambil momen 100 tahun kemerdekaan. Jadi tahun 2045 atau 100 tahun kemerdekaan, Indonesia harus memimpin peradaban,” terang perempuan kelahiran Soppeng Sulawesi Selatan yang kini dipercaya sebagai Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Prof Marwah Daud Ibrahim (paling kanan) bersama Wakil Sekjen MUI Pusat (dua dari kanan)
Prof Marwah Daud Ibrahim (paling kanan) bersama Wakil Sekjen MUI Pusat (dua dari kanan)

Bangsa yang besar, menurut mantan Ketua Presidium ICMI Pusat 2012-2015 ini, harus mempunyai visi yang jelas. China sebagai contoh mempunyai visi yang jauh ke depan 50 hingga 100 tahun. “Begitu pula Malaysia yang mempunyai visi yang disebut Malaysia 2020, itu 50 tahun dia rencanakan,” kata Marwah.

Soal visi jangka panjang Indonesia 2045 itu, Marwah mengatakan sering juga ditantang mengingat begitu lama untuk mewujudkan visi ke-Indonesiaan-nya itu. Tapi doktor lulusan The American University Washington DC ini menjawab tegas, bahwa yang dirubah adalah peradaban. “Dan merubah peradaban itu saya bilang tidak mudah karena yang dirubah adalah mind set, kebiasaan, mengubah perilaku. Sedangkan cara merubahnya itu dimulai pada generasi muda pada usia emas yang sangat dini,” terang Marwah Daud Ibrahim.

Ada pun terkait momentum 71 Tahun Indonesia merdeka ini, ia melihat secara kasat mata kondisi bangsa dan negara ini agak mengkhawatirkan. Hampir semua sektor di negeri ini dikuasai oleh asing. Mulai pangan yang sangat bergantung pada impor dari beras hingga garam sekalipun. Padahal persoalan pangan ini seharusnya Indonesia bisa mandiri. Sektor energi Indonesia bisa dibilang paling mahal dan akhirnya kurang kompetitif.

“Lebih penting lagi rasa persatuan kita sebagai bangsa, seolah semakin lama kohesifitas kita makin rendah,” sesalnya.

Namun di tengah kondisi mengkhawatirkan dan muram itu, Marwah masih sangat optimis Indonesia bakal mencapai kejayaannya. “Ya kita belajar dari hukum alam saja, ketika kondisi memburuk, petir dan badai yang sangat besar dating menghantam akan segera muncul hari yang terang. Ibarat biji, harus pecah dulu sebelum kemudian muncul tunas kecambah baru,” tambah Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Pusat ini.

“Sesuai janji Allah juga, setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Jadi meski begitu besarnya tantangan bangsa ini saya melihat di situ sedang tumbuh kecambah baru,” kata Marwah optimis.

Terlebih, tambah Marwah, setelah beberapa tahun ini mengamati, ia meyakini salah satu pusat kebangkitan peradaban yang ia impikan itu justru di padepokan ini. “Dari sini muncul inspirasi akan munculnya peradaban baru dan Indonesia akan menjadi mercusuar dunia,” papar Marwah Daud.

Indonesia, menurut Marwah Daud, sangat kuat tendensinya mengarah pada pusat peradaban dunia. Pasalnya, sesuai konsep yang sejak dulu dikumandangkan ICMI, pembangunan didorong dengan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dengan iman dan taqwa (Imtaq). “Kalau negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika itu berlandaskan kemajuan Iptek saja. Dan memisahkan antara agama dengan kehidupan modern. Sehingga seperti yang kita lihat kini terjadi degradasi moral yang mengarah pada kehancuran peradaban,” terangnya.

“Maka peradaban baru yang akan muncul ini, peradaban yang menggabungkan Barat dan Timur, Utara dan Selatan serta keselarasan antara materi dengan spiritualitas. Dan itu ada di negeri Indonesia ini,” ungkap Marwah dengan penuh keyakinan. @Arief_Rahman98

Peringatan  Kemerdekaan RI ke-71 di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang diikuti ribuan santri
Peringatan Kemerdekaan RI ke-71 di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang diikuti ribuan santri