Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
MamyPoko klaim kuasai 63% pasar popok bayi di Indonesia
Pimpinan Uni Charm Indonesia pada tampilan baru MamyPoko Pants Standar di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (18/08/2016). Foto: Rudi-lensaindonesia.com
Family

MamyPoko klaim kuasai 63% pasar popok bayi di Indonesia 

LENSAINDONESIA.COM: MamyPoko, merek popok bayi dari Uni Charm Indonesia, mengklaim menguasai penjualan (market share) 63 % pasar popok bayi di Indonesia.

fakta uini berdasarkan data survei dari lembaga survei independen terpercaya AC Nielsen 2016 yang menjadikan produk tersebut paling disukai dan dipilih oleh ibu rumah tangga di Indonesia.

Presiden Direktur PT. Uni Charm Indonesia Masaaki Takahashi, mengatakan pihaknya terus melakukan riset dan menciptakan inovasi dalam memenuhi berbagai kebutuhan konsumennya. Salah satunya adalah dengan menghadirkan solusi bagi para ibu yang membutuhkan popok celana yang tidak bocor dan menjaga pantat bayi tetap kering dengan harga murah.

“MamyPoko dipilih dan dipercaya oleh 6 dari 10 ibu di Indonesia. Sebagai bagian dari Uni Charm, MamyPoko Pants Standar turut menjaga kepercaya kepercayaannya dan kali ini kami berusaha memenuhi kebutuhan ibu dalam memberikan yang terbaik bagi bayi mereka, sehingga dapat merasakan kenyamanan dan menghadirkan keceriaan bagi keduanya,” ujar Masaaki Takahashi kepada LICOM di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (18/08/2016).

Ditambahkan oleh Irma Dwi Oktaviani selaku Senior Brand Manager MamyPoko bahwa MamyPoko Pants Standar pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 2007. Pada bulan Oktober 2008 produk tersebut menjadi nomor 1 penjualan popok bayi di Indonesia.

Menyambut 10 tahun kehadiran di Indonesia, dalam kemasan produknya menghadirkan positioning baru “Kulit Tetap Kering” dengan 10 jam daya serap.

“Produk baru MamyPoko Pants Standar yang baru menggunakan bahan yang lebih lembut, bersirkulasi udara dengan harga yang murah. Produk baru ini juga memiliki design yang lebih menarik lewat dua warna pink dan biru dan karakter Pokojang,” jelas Dwi.

Saat ditanya kemungkinan pemalsuan produk di pasaran dan menggunakan bahan-bahan kimia berhaya. Dengan tegas Dwi menyatakan, “Produk kami tidak bisa ditiru karena diproduksi menggunakan mesin kapasitas besar dan menggunakan keahlian khusus. Tidak ada bahan-bahan kimia berbahaya bagi manusia dan lingkungan di produk kami. Produk kami aman dan tidak menimbulkan iritasi kulit bagi bayi,” @Rudi

Baca Juga:  PBNU: Indonesia sudah darurat terorisme dan radikalisme