LENSAINDONESIA.COM: Jika Barista termuda di dunia masih disandang Adler (3 tahun) di Colorado, kini bisa jadi Barista termuda kedua ada di Surabaya. Hafsah Shufairaa (12), kini tergabung di Komunitas Berani Ngopi Surabaya yang merupakan peracik di balik Kedai The Coffee yang ada di bilangan JL Pucang Surabaya.

Hafsah lahir dari orang tua yang memiliki kebun kopi di daerah Wonosalam Jombang, membuat Fairaa panggilan akrabnya makin familiar dngan dunia kopi. Belum lagi beberapa anggota keluarga dan rekan Ibunya yang banyak berprofesi menjadi barista membuat atmosfer kopi semakin kental di hidup gadis yang masih duduk di kelas 7, SMPN 13 Surabaya ini.

“Saya belajar meracik kopi baru setahun yang lalu, kira-kira di awal 2015. Saya bangga dan memang pingin jadi barista. Kayaknya keren sekali kalau Indonesia punya Barista kecil dan cewek pula”, ungkap Fairaa kepada Lensaindonesia.com, Sabtu (20/08/2016).

Fairaa menjelaskan, diantara jenis kopi Robusta, Exelsa, liberica dan Arabica, Liberica merupakan kopi yang jarang diminati dan ditanam di tanah Jawa.

“Jarang yang minat dan menanam Liberica, sebab jeniskopi ini punya cita rasa khas yang sulit dikembangkan”, imbuh Fairaa.

Kopi yang menjadi andalan kedainya, lanjut Fairaa, merupakan jenis Exelsa Arjuno dari kebun kopi milik orang tuanya. Exelsa Arjuno termasuk jenis yang paling sering dipesan oleh pelanggan.

Sedangkan kopi yang paling disukainya adalah jenis kopi Kerinci, sebab Kopi jenis ini memiliki sedikit rasa berat.

“Citarasa kopi itu tergantung dari perpaduan jenis kopi yang digunakan dan cara menyeduhnya. Teknik menyeduh kopi itu ada banyak, ada V60, ada aeropress. Banyak”, pungkas Fairaa.

Fairaa yang juga bercita-cita menjadi gitaris ini berharap besar supaya nantinya orang-orang pribumi lebih mengenal ragam jenis dan citarasa kopi lokal.@Retha