Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
400 siswa nilai rapornya terancam diturunkan gara-gara merokok
Ilustrasi siswa merokok
HEADLINE PROOTONOMI

400 siswa nilai rapornya terancam diturunkan gara-gara merokok 

LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 400 siswa SMKN 1 Purwakarta mendapatkan surat peringatan (SP 1) dari Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi melalui Dinas Pendidikan Purwakarta karena terbukti aktif sebagai perokok sesuai hasil pemeriksaan kesehatan yang digelar Pemkab ke sekolah-sekolah.

“Jumlah siswa merokok di sekolah sudah berkurang. Pemeriksaan pertama tahun lalu mencapai 800, sekarang tinggal 400 siswa. Perokok aktif rata-rata siswa laki-laki, yang perempuan menggunakan shisha. Tapi itu itu juga tidak boleh,” ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Senin (22/8/2016).

Dedi Mulaydi menambahkan, temuan siswa perokok aktif dipastikan akan terus bertambah karena pihaknya dlam sebulan ke depan akan menerjunkan dokter ke sekolah untuk memeriksa siswa. “Di Purwakarta ada 25 SMA, 50 SMK. Terdiri dari 18 SMAN dan 17 SMKN. Jumlah siswanya mencapai 11.841 SMA dan 15.811 siswa SMK,” sebutnya.

Hasil pemeriksaan kesehatan itu nantinya jadi acuan pemberian SP1. Sebelum pelaksanaan UAS, akan dilakukan tes serupa. Jika masih merokok, akan dikenai sanksi. “Setelah turun SP3, siswa bisa dikenakan sanksi berupa penurunan nilai rapor. Nah setelah siswa tersebut berhenti merokok, maka nilai rapot yang dikurangi akan dikembalikan,” ucapnya.

Pemberian SP terhadap siswa perokok itu berdasar Peraturan Bupati No 71/2015 tentang Larangan Merokok Bagi Pelajar. Penjelasan turunannya akan diimplementasikan melalui Peraturan Desa Berbudaya. @*/andiono

Baca Juga:  Polrestabes Surabaya tangkap 9 anggota geng pelaku penyekapan dan penganiayaan