Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Hilang usai padamkan kebakaran, anggota TNI ditemukan tewas di bawah pohon besar
Ilustrasi prajurit TNI membantu pemadaman kebakaran hutan
HEADLINE PROOTONOMI

Hilang usai padamkan kebakaran, anggota TNI ditemukan tewas di bawah pohon besar 

LENSAINDONESIA.COM: Pratu Wahyudi (26), anggota TNI yang tergabung dalam Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dinyatakan hilang misterius ketika melakukan pemadaman akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Kabar duka itu disampaikan Wakil Komandan Satgas Karhutla, Edwar Sanger, Selasa (23/8/2016). Menurutnya, setelah 6 hari dinyatakan hilang, Pratu Wahyudi anggota Den Rudal 004 Dumai ditemukan dalam keadaan meninggal.

Sebelumnya, Pratu Wahyudi (26) yang masih lajang ini tergabung dalam Satgas Karhutla sejak sebelum 17 Agutus 2016 lalu. Korban hilang saat melakukan pemadaman di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir. “Tadi sudah diketemukan. Lokasinya hanya 300 meter dari lokasi pemadaman lahan yang terbakar,” terang Edwar.

Menurut Edwar, korban ditemukan tidak jauh dari pohon besar yang ada di lokasi dan sama sekali tak ditemukan luka bakar di tubuhnya sehingga kematiannya masih menyimpan misteri. “Padahal tim sebelumnya sudah melakukan pencarian di lokasi ditemukannya jasad almarhum. Bahkan banyak yang melakukan penyisiran tapi tak berhasil menemukannya kala itu,” tambahnya.

Hari ini jasad Pratu Wahyudi akan dievakuasi dari lokasi ke markas Den Rudal 004 di Dumai.

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, Seorang anggota TNI AD dari Detasemen Artileri Pertahanan Udara Rudal-004 Dumai, hilang saat membantu pemadaman kebakaran hutan di Desa Pasir Putih Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Aggota TNI AD itu hilang secara misterius saat bersama lima rekannya berjalan beriringan menuju barak tempat beristirahat mereka di perkampungan setempat, usai bertugas membantu pemadaman kebakaran hutan. Saat itu posisi korban sebelum kejadian tersebut berada paling belakang. “Mereka awalnya ngobrol sambil berjalan. Kemudian korban tidak lagi menyahut. Setelah ditengok ke belakang, korban sudah tak ada di tempat,” jelasnya.

Baca Juga:  AMSI Jatim sesalkan eksekusi paksa Kantor Harian Duta Masyarakat, ini alasannya

Menyadari anggota TNI AD itu, rekan lainnya berusaha mencari dengan cara berteriak dan menanyakan keberadaan korban. Namun, korban tetap tidak menjawab. Ketika telepon genggam korban dihubungi, sempat terjadi komunikasi. “Saat itu bilang sedang berada di atas pohon besar. Tapi saat dicari tidak ada,” lanjutnya.

Yang lebih anehnya lagi, melalui percakapan via telepon itu juga terdengar suara korban berteriak menunjukkan lokasinya. Namun, rekan-rekannya tidak mendengar apapun karena ada semacam gangguan. “Ketika dihubungi lagi, teleponnya aktif tapi tidak diangkat,” katanya.

Perlu diketahui, kawasan itu cukup berbahaya karena terjadi beberapa kali orang hilang. Ketika ditemukan, orang yang hilang berada sangat jauh dari lokasi awal, yakni di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Padahal lokasi kedua tempat itu berjarak sekitar tujuh jam perjalanan darat menggunakan kendaraan. @*/andiono