Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Menteri ini sebut kenaikan harga rokok bisa picu meningkatnya kriminalitas
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembesi
Birokrasi

Menteri ini sebut kenaikan harga rokok bisa picu meningkatnya kriminalitas 

LENSAINDONESIA.COM: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembesi, menilai kenaikan harga rokok bukan langkah efektif mengurangi jumlah perokok dan justru bakal memicu meningkatknya tindak kriminalitas.

“Demi dapat sebatang rokok, bisa jadi seseorang jadi nekat melakukan tindak kejahatan seperti pencurian atau perampokan,” ungkap Menteri Yohana, Kamis (25/8/2016).

Menurutnya, rokok diibaratkan seperti Narkoba sehingga meski harganya mahal tidak akan berpengaruh besar. “Walaupun harga Narkoba mahal, tapi masih bisa dibeli. Apalagi rokok yang bisa dijual secara eceran,” sambung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini.

Menteri Yohana lantas menyarankan agar pemerintah membatasi penjualan rokok ketimbang menaikkan harga rokok. Salah satu contohnya, rokok hanya dapat dibeli di toko-toko tertentu dan pembeli harus menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP). “Selama ini rokok mudah dibeli di manapun. Jadi anak-anak juga bisa bebas membeli. Nah, inilah yang harus diantisipasi dengan cara itu,” pungkasnya. @*mc/andiono

Baca Juga:  Gandeng milenial, BPDP KS gelar Surabaya Amazing Race Sawit Hunt 2019