LENSAINDONESIA.COM: Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau yang makin bertambah membuat kabut asap mulai menyelimuti Kota Pekanbaru. Bahkan, asap ini sudah mulai merambah ke Singapura, Sabtu (27/8/2016).

Di Pekanbaru, indeks standar pencemaran udara (ISPU) memperlihatkan konsentrasi partikulat PM10 berada pada taraf 142 mikrogram per meter kubik, Sabtu (27/8/2016) pukul 07.00. adapun di Palembang, konsentrasi partukulat PM10 berada pada taraf 223,27 mikrogram per meter kubik pada pukul 10.00.

Batas konsentrasi polusi udara yang masih dianggap sedang adalah 150 mikrogram per meter kubik. Di atas angka tersebut, polusi udara masuk kategori tidak sehat. Bahkan, jika menembus 350 mikrogram per meter kubik, polusi udara dianggap berbahaya.

Selain di Pekanbaru, asap juga sudah mulai memasuki wilayah Singapura sejak kemarin. Yusfebri Mianta, seorang warga Indonesia yang bermukim di negara tersebut, mengatakan sudah merasakan dampak asap sejak Jumat (26/8/2016). Bahkan warga Singapura mulai memakai masker untuk meredam dampak asap terhadap kesehatan. “Bau asap sudah sangat tercium, apalagi ketika angin kencang. Karena itu, jendela di apartemen, saya tutup rapat. Pemandangan dari gedung apartemen juga mulai samar-samar,” kata Yusfebri, mengutip BBC.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Sutopo Purwo Nugroho mengatakan asap masuk ke wilayah Singapura karena terbawa angin ke arah Timur-Tenggara-Timur Laut hingga mencapai Singapura. Dia mengatakan konsentrasi asap terpantau masih cukup tipis. Arah angin di atmosfer Riau dominan bergerak dari Barat-Barat Laut ke arah Timur-Tenggara, yang kemudian di sekitar barat Singapura mengarah ke Timur Laut.

“Ini adalah pola pergerakan angin pada musim kemarau di Riau yang selalu dikhawatirkan membawa asap dari Riau ke Singapura seperti halnya pada tahun sebelumnya seperti saat kebakaran hutan dan lahan tahun 2013, 2014 dan 2015,” kata Sutopo.

Data Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) menyebutkan Indeks Standar Polutan (PSI) yang mencakup pemantauan terhadap enam zat polutan mencapai 143 di bagian barat dan utara kota pada pukul 07.00 waktu setempat. Kemudian pada pukul 12.00, PSI mencapai 137.
PSI di bawah 200 masuk kategori ‘tidak sehat’, dan di atas 201 hingga 300 ‘sangat tidak sehat’. Adapun angka yang melampaui 300 dianggap ‘berbahaya’.

Pantauan satelit dari Lapan melaporkan ada 17 titik di Riau pada Jumat pagi (26/8/2016). Sedangkan dari Posko Satgas Terpadu Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau melaporkan terdapat 67 hotspot di Riau dengan tingkat kepercayaan lebih dari 50 persen yaitu di Rokan Hilir 44, Bengkalis 17, Siak 4 dan Rokan Hulu 2 pada Jumat pagi (26/8/2016).

Sutopo mengatakan upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau terus dilakukan dengan mengerahkan 7.200 personil satgas darat dan satgas udara. BNPB mengerahkan 3 helikopter water bombing, 2 pesawat Air Tractor water bombing dan 1 pesawat Casa untuk hujan buatan. Sebanyak 21,7 juta air sudah dijatuhkan dari udara untuk memadamkan api kebakaran hutan dan lahan di Riau. Begitu juga 40 ton garam dapur (NaCl) telah ditaburkan ke awan-awan untuk dijatuhkan menjadi hujan. “Ribuan sekat kanal, embung dan sumur telah dibangun untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan,” bebernya.@licom