LENSAINDONESIA.COM: Kepergian Kendri Kendra Asdryan (23), warga Jalan Semolowaru Elok Blok F, Surabaya mendulang duka mendalam bagi keluarga pimpinan Bank BNI 46 Jakarta Pusat.

Pasalnya, keluarga tidak memiliki firasat apa pun jika mahasiswa Unair semester 8 itu akhirnya meninggal dunia secara tragis.

Nyawa Kendri melayang akibat kecelakaan mengenaskan saat mengemudikan mobil Honda Jazz nopol L 1830 FH di depan Carrefour Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis dini hari (1/9/2016) itu.

“Dua minggu yang lalu, Kendri sempat di Jakarta dan menghadiri prosesi pertungan saya. Kemudian, dia memutuskan balik ke Surabaya lebih dulu,” kata Okky, kakak kandung korban saat ditemui LICOM di rumah duka.

Tidak dinyana. Memilukan. Kendri anak kedua dari Asmoro Hadi, CEO atau Pimpinan Bank BNI 46 Jakarta Kota itu, mengalami kecelakaan saat semua keluarga berada di Jakarta.

Menurut Okky, adiknya yang mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Unair sengaja pulang ke Surabaya, karena harus mengurus Kartu Rencana Studi (KRS) semester 8 di kampus. Setelah itu, Kendri berencana berlibur ke Mataram selama seminggu.

“Dia balik ke Surabaya untuk mengurus KRS kuliahnya dan pengajuan judul proposal skripsinya di Unair. Dia memang tinggal sendiri di rumah saat itu, sementara keluarga masih di Jakarta,” ungkap Okky lagi.

Okky tidak menyangka adiknya mengalami kecelakaan pada dini hari itu. Okky mengaku sempat diberi tahu tetangga via gadget bahwa adiknya membawa mobil pamit keluar sebentar untuk “hangout” membeli kopi di warung kopi tak jauh dari rumahnya.

“Saat berada di warung kopi tersebut, teman Kendri menjemput dan mengajak Kendri ke salah satu tempat cuci mobil di Jalan Raya Medaeng yang buka selama 24 jam,” kata Okky. Rupanya, dari pamit “hanguot” di warung kopi dan ketemu teman itulah ihwal terjadinya tragedi.

Apa yang terjadi? Okky dan keluarganya di Jakarta dikejutkan kabar, mobil yang dikemudikan adiknya menabrak pohon di depan Carefour Jalan Ahmad Yani. Bahkan, Kendri yang berencana menyusun skripsi ini meninggal di tempat.

“Saya dapat kabar sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Saya langsung bandara balik ke Surabaya,” cerita Okky, sepertinya menahan rasa duka mendalam. @nanda