LENSAINDONESIA.COM: Seorang bule asal Jerman, Benjamin Holst ditangkap karena tengah mengemis di jalanan Kota Surabaya, Minggu (11/9/2016). Dia pun langsung diamankan oleh Satpol PP Surabaya dan akan segera dideportasi ke negaranya.

Aksinya mengemis di jalanan Surabaya terpantau oleh Command Center milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, dimana Holst terpantau mengemis di kawasan Demak. Namun saat petugas Satpol PP mendatangi lokasi itu, dia sudah berpindah lokasi.

Tak ingin kehilangan jejak, Satpol PP menyusuri jalanan Surabaya dan menemukannya tengah mengemis di kawasan Jalan Kayun. Dalam pemeriksaan, Bule tersebut mengaku terpaksa mengemis karena tidak memiliki uang untuk pulang ke Jerman.

Staf penindakan Satpol PP Surabaya, Rahmadani menjelaskan, Benjamin mengaku tiba di Surabaya pada Minggu pagi. “Dia mengaku mau ke Jakarta sore ini, dan sempat menunjukkan bahwa dia memiliki uang Rp 8 juta,” kata Rahmadani.

Rencananya, Benjamin akan berangkat ke Jakarta di kedutaan Jerman, namun tidak memiliki uang untuk ke lokasi. Sesuai rencana, dirinya pada 19 september akan balik ke Jerman dan tiket untuk pulang sudah dipesan.

Tapi Benjamin Holst sendiri dikenal sebagai “pengemis profesional” yang sudah melanglang ke negara-negara di Asia seperti Thailand, Hongkong, dan Vietnam. Bahkan di Thailand, dia sempat mendapatkan dana 50 ribu bath dari Deutscher Hilfsverein Thailand karena kasihan melihat kondisi kesehatannya yang menderita kaki gajah. Belakangan diketahui uang sumbangan itu digunakan Holst untuk berpesta bersama gadis-gadis di Pattaya. Dia pun langsung dideportasi.

“Paspor yang bersangkutan memang masih berlaku. Tapi bisa saja kita deportasi, karena yang bersangkutan melakukan kegiatan mengemis, itu kan tidak boleh,” kata Agung Pramono, Kasi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas i Khusus Surabaya, Minggu (11/9/2016).@dt