LENSAINDONESIA.COM: Usung ciri khas pewarnaan Gradasi dan colorfull, Batara Batik regenerasi pangsa pasar batik ke kalangan muda. Bisnis yang digeluti May, asal Jogyakarta kini sudah menembus pasar Korea, Itali, dan Malaysia.

“Batara Batik, produksinya di Pekalongan. Pake pewarnaan pekalongan tapi semua design ekslusif dari Batara. Semua design hanya dirancang satu pieces. Limited edition ini akan membuat pemakai Batara senantiasa eksklusif dan tidak perlu takut kembar dengan baju orang lain”, ungkap May, Owner Batara Batik kepada Lensaindonesia.com, Rabu (14/09/2016).

May pilih memasarkannya di Jakarta. Dan dirinya membuka gerai di Mandarin Oriental Hotel, Sultan Hotel dan Pendopo Alam Sutra lantai 2. Menurutnya, memasarkan produk di Jakarta akan membuat brand nya cepat di kenal. Sebab Jakarta merupakan kota yang disinggahi masyarakat dari berbagai asal daerah. Sehingga, brand nya bakal dikenal di beberapa wilayah saat pelanggannya menjadikan Batara Batik sebagai oleh-oleh. Menurutnya, Jakarta adalah lokasi yang efisien sebagai spot pemasarannya.

“Ciri khas Batara memang di Gradasi warnanya yang colorfull dan semua bahan batiknya dari fiscose. Bisa disebut setengah sutra”, tandas May.

May mencermati, sebagian besar pelanggannya di Jakarta merupakan orang-orang non pribumi dan ia memang merancang Batara Batik untuk segmen menengah keatas.

Batara memasang range harga Rp. 200.000,- hingga 1,7 juta / item. Produknya tersedia juga untuk anak-anak dan design pakaian lain sebagai pelengkap dan padanan batik.

“Saat pencucian pertama pasti luntur tapi pencucian ketiga dan keempat sudah tidak lagi. Dan tenang aja karena itu tidak akan mengurangi kecerahan warna pada batiknya”, papar May.

Batara Batik tak terlalu banyak bermain di motif, namun sangat atraktif dalam pemilihan warna. Karena ada kandungan sutra dalam batiknya, maka Batara Batik terlihat berkilau dan cemerlang.@Retha