LENSAINDONESIA.COM: Sekitar 40 persen dari 70 ribu warga usia lanjut usia (lansia) di Kabupaten Jombang rentan penyakit.

Hal ini karena pelayanan kesehatan terhadap para lansi tersebut kurang memadai.

Menurut informasi yang diterima LICOM, kurangnya pelayanan kesehatan tersebut akibat minimnya anggaran yang dikucurkan untuk Posyandu Lansia yang ada di tiap desa.

Saat kini, seluruh Posyandu Lansia yang ada di Kabupaten Jombang hanya mendapat jatah anggaran operasional Rp 1 juta per tahun.

Menanggapi problematika ini, Wakil Bupati Jombang Munjidah Wahab berjanji akan memperbaiki pelayanan dan menambah anggaran Posyandu Lansia hingga tiga kali lipat.

“Insyaalloh akan di usahakan naik sebesar Rp 3 juta (per tahun),” katanya saat berkunjung ke Posyandu Lansia Desa Sumberagung, Kecamatan Megaluh, Rabu (14/09/2016).

Semantara itu, perbaikan pelayanan yang dimaksud Munjidah adalah melibatkan dokter Puskesmas yang di setiap kecamatan. Saat ini, lanjut Munjidah, di Puskesmas telah tersedia ruangan poli lansia. “Disitu nanti para lansia mendapat pelayanan khusus dari petugas medis puskesmas,” tambahnya.

Munjidah mengimbau kepada para lansia rutin agar melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, untuk mendeteksi penyakit.

“Saat ini warga Jombang yang sudah berusia lanjut sekitar 70 ribu, dan 40 persen beresiko tinggi. Memang kegiatan posyandu tersebut belum didukung anggaran yang mencukupi yakni sebesar Rp 1 juta pertahun. Tetapi tahun-tahun selanjutnya hal ini tidak akan terjadi,” ujarnya.

Semantara itu, dari sekian banyak Posyandu usia lanjut yang ada, Posyandu Lansia Desa Sumberagung, Kecamatan Megaluh selama ini aktif memantau kesehatan lansia. mulai dari pemeriksaan, pemberian asupan makanan serta melakukan olah raga bersama yakni senam lansia.

Untuk meningkatkan kesehatan para lansia juga diajak mengikuti senam bersama secara mandiri di balai desa setempat.

“Mereka (lansia) selalu bersemangat mengikuti rutinitas tersebut, namun yang paling menyenangkan bagi lansia yakni senam lansia. Pasalnya gerakan gerakan senam tidak memberatkannya, sehingga tak perlu banyak tenaga, tetapi menyehatkan,”  ujar Tim Kesehatan Desa Sumberagung, Kecamatan Megaluh, Fuji Anggraini.

Ia mengungkapkan, Posyandu Lansia Desa Sumberagung sudah beroperasu sejak belasan tahun lalu. Dan saat ini para lansia telah membentuk kelompok yang diberinama Cut Nyak Dien. Kelompok lansia ini sangat aktif melakukan pertemuan rutin setiap bulan untuk memeriksaan kesehatan.

“Jumlah lansia di kelompok Cut Nyak Dien di Desa Sumberagung sendiri saat ini sebanyak 117, dari 18 lansia laki laki, dan 99 lansia perempuan,” kata Fuji.@LI-13